Tahun Baru 2019 Hotel di Bukittinggi Terisi 70 Persen : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Tahun Baru 2019 Hotel di Bukittinggi Terisi 70 Persen » Tahun Baru 2019 Hotel di Bukittinggi Terisi 70 Persen

Tahun Baru 2019 Hotel di Bukittinggi Terisi 70 Persen

(150 Views) Januari 25, 2019 8:20 am | Published by | No comment



Saya selalu menghindar pulang ke Bukittinggi pada saat Lebaran dan Tahun Baru. Pada saat ini, Bukittinggi selalu ramai, pengunjung (wisatawan dari luar Sumbar maupun warga Sumbar) terpusat di pasar atas (jam gadang). Rumah kami berada di pasar atas, dan di depan rumah selalu dipenuhi parkir kendaraan dan ramai.

Teman yang pulang ke Bukittinggi pada tahun baru 2019 mengatakan bahwa Bukittinggi tidak seramai biasanya. Tidak ada acara tahun baru. Kakak sepupu yang mengelola hotel menyatakan hal yang sama, bahwa occupancy rate hotel di Bukittinggi pada tahun baru 2019 rata-rata 70 %, ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 100 % (penuh).




jam gadang dan pasar atas.

Kenapa Bukittinggi pada libur tahun baru sepi? Ada banyak hal yang mungkin menjadi pertimbangan wisatawan antara lain ;
1) renovasi taman jam gadang, sudah beberapa bulan jam gadang ditutup dan area itu menjadi sempit. Rencana taman jam gadang akan selesai sebelum tahun baru, ternyata kontraktor tidak dapat memenuhi komitmentnya. Sampai akhir Januari, taman jam gadang masih belum selesai dikerjakan.
2) Pasar atas terbakar dan masih dilakukan pembangunan.
3) Jalur jalan Padang –Bukittinggi terhambat karena longsor dan jembatan ambruk (di Bukit Tambun Tulang Malibou Anai Nagari Guguak, Kayu Tanam).
4) Pemerintah kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam melarang perayaan tahun baru.

Kondisi ini tentu berat bagi dunia pariwisata di Bukittinggi, perhotelan dan perdagangan, karena pada saat libur perputaran ekonomi sangat tinggi. Sejak pasar atas terbakar dan renovasi taman jam gadang dilakukan, jumlah wisatawan yang ke Bukittinggi menurun.

Wisatawan yang datang ke Bukittinggi paling lama tinggal hanya 1-2 hari, baik untuk tujuan berwisata atau berbelanja. Untuk itu, momen hari libur merupakan momen penting bagi dunia pariwisata Bukittinggi.

Ada atau tidak ada perayaan tahun baru, saya kira tidak terlalu signifikan dengan penurunan jumlah wisatawan dari luar Sumbar, tapi renovasi taman jam gadang, renovasi jam gadang, dan tertutupnya jalur jalan di lembah anai memberi dampak yang besar.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Tahun Baru 2019 Hotel di Bukittinggi Terisi 70 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>