Surau, Balairung, dan Rumah Gadang di Belakang Istano Basa Pagaruyuang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » wisata » Surau Balairung dan Rumah Gadang di Belakang Istano Basa Pagaruyuang » Surau, Balairung, dan Rumah Gadang di Belakang Istano Basa Pagaruyuang

Surau, Balairung, dan Rumah Gadang di Belakang Istano Basa Pagaruyuang

(530 Views) Juni 28, 2017 7:03 am | Published by | No comment



Dari lantai 3, jendela bagian belakang Istano basa Pagaruyuang terlihat beberapa bangunan dan gazebo kecil di bukit di belakang kompleks istano. Menurut teman, ada tangga menuju gazebo itu dan dari atas dapat melihat pemandangan di seluruh kawasan istano dan sekitarnya. Saya tidak ada waktu mendaki tangga menuju gazebo di atas bukit. Saya putuskan ke beberapa bangunan di belakang istano saja, tapi sandal ada di tangga depan istano, tidak mungkin mengambil sandal, karena memakan waktu. Saya berjalan kaki tanpa sandal menuju belakang (bukan pilihan yang baik, karena di sepanjang jalan terdapat batu dan kerikil tajam). Jadi, sekali lagi, sebaiknya membawa kantong plastik dan memasukkan sandal/sepatu ke dalam tas.

komplek di belakang istana basa pagaruyuang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya melewati pohon beringin besar sebelum sampai ke bangunan yang saling berdekatan.
1.Balairung
2.Rumah gadang dalam ukuran yang kecil
3.Surau

Balairung merupakan ruang tanpa dinding, hanya beratap dan lantai. Balairung digunakan untuk tempat bermusyawarah bagi raja dan wakil serta pemimpin nagari.

Surau berbentuk segi empat, atap berbentuk piramida dan di bagian atas terdapat dua gonjong. Atap menggunakan material ijuk, dan sebagian dinding surau berukir. Surau menjadi tempat Salat, dan belajar membaca Al Quran. Bagi putra raja yang sudah akil baliq mereka tidak diperbolehkan tidur di rumah gadang (istana) bersama ibu dan saudara perempuan, mereka harus tidur di surau.




Di belakang rumah gadang (istano) di dekat surau terdapat kolam pemandian dan toilet. Kolam pemandian keluarga raja itu disebut pincuran tujuah (pancuran yang berjumlah 7 buah), terbuat dari bambu. Di sekitar pancuran terdapat toilet/jamban tradisional. Di bagian tengah kolam terdapat gazebo berbentuk lingkaran dan menggunakan atap ijuk.

Pengunjung yang datang ke kompleks Istano Basa Pagaruyuang dapat mengelilingi komplek menggunakan kendaraan khusus yang disediakan pengelola. Ada pemandu yang akan menjelaskan nama dan fungsi bangunan. Jumlah kendaraan tidak banyak dengan kapasitas penumpang 15-20 orang tergantung anak-anak atau dewasa.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Surau, Balairung, dan Rumah Gadang di Belakang Istano Basa Pagaruyuang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>