Songket, Kain Untuk Acara Adat : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Kain Untuk Acara Adat » Songket, Kain Untuk Acara Adat

Songket, Kain Untuk Acara Adat

(1491 Views) Maret 25, 2016 1:15 am | Published by | No comment



songket warna biru bagian kepala songket warna ungu -bagian badan- songket warna ungu-bagian kepala-Setiap wanita Minang yang telah menikah harus mempunyai songket, minimal satu. Setelah acara pesta (baralek), pengantin wanita dan keluarga besar berkunjung ke rumah keluarga pengantin pria. Pengantin wanita memakai (sekaligus memamerkan) songket. Kemudian, songket lebih sering berada di dalam lemari, karena hanya dipakai untuk acara pesta (baralek) keluarga dekat, acara adat (batagak panghulu), dan acara adat lain.




Songket tidak hanya digunakan oleh wanita. Laki-laki Minang menggunakan songket pada saat pernikahan (pengantin pria) dan baralek datuak (batagak penghulu).
Laki-laki menggunakan songket untuk destas (saluak), sandang/selendang, cawek bajambua, dan sisampiang. Wanita menggunakan songket untuk sarung, selendang, tingkuluk, dan tokah.

Harga songket sangat mahal dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikut dari pihak ibu, sehingga nilai songket lawasi bernilai tinggi, karena itu songket digunakan untuk mengikat tanda (tando)-pada pertunangan. Jika sudah ada kesepakatan antara calon pengantin pria dan pengantin wanita, digunakan songket. Kedua keluarga mempertukarkan songket lawas keluarga masing-masing, setelah pernikahan selesai, songket dikembalikam

Songket Minang yang terkenal, songket Pandai Sikek dan songket Silungkang, nama nagari penghasil songket. Songket adalah kain yang ditenun dengan benang emas dan perak, ditenun dengan proses mengungkit. Benang kain (kain berwarna hijau, biru, hitam, merah, atau merah muda) diangkat, lalu diselipkan benang emas atau perak. Pekerjaan ini dilakukan dengan tangan menggunakan alat panta, sehingga menjadi kain, kain balapak atau kain bacatua.

Sejarah kain songket berasal dari Songket, Kain Untuk Acara Adat lalu menyebar ke ranah Minang. Kerajaan Sriwijaya berdangang dengan Cina dan India, Cina membawa benang emas, sedangkan India membawa benang emas dan perak.

Motif songket mempunyai makna, misal motif kaluak paku (pakis) sikap introspeksi, motif pucuak rabuang (bambu), bambu dimanfaatkan dari muda sampai tua, Motif bungo antimun (mentimun) segala sesuatu harus secara sistematif, jika berargumen harus jelas dalil yang digunakan. Motif songket yang lain adalah; motif saik, kalamai, buah palo, barantai putiah, barantai merah, tampuak manggih, salapah, kunang-kunang, api-api, cukie baserak, sirangkak, silala, rabah dan simasam.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Songket, Kain Untuk Acara Adat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>