Sayur Mayur Lokal Beli di Pasar Bawah, Pasar Ateh Ngarai, atau Pasar Banto. : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Sayur Mayur Lokal Beli di Pasar Bawah, Pasar Ateh Ngarai, atau Pasar Banto.

Sayur Mayur Lokal Beli di Pasar Bawah, Pasar Ateh Ngarai, atau Pasar Banto.

(1451 Views) November 29, 2014 8:05 pm | Published by | No comment



Kalau sudah ke pasar, saya paling suka membeli sayur. Sayurnya segar, bentuknya hmm….sangat alami, artinya hasil kebun sendiri dengan pengolahan pertanian sederhana. Jangan bayangnya seperti wortel impor yang ada di supermarket. Besar, bentuknya hampir sama, dan sangat mengoda untuk dibeli. Wortel lokal bentuknya tidak sama, ada yan kecil, sedang, besar, khas pertanian desa, tapi segar, terlihat baru dipetik. Berasal dari hasil kebun sendiri tidak diproduksi massal, maka jumlahnya pun terbatas, kalau pasar akan berakhir dijual murah.

Dalam masakan Minang, tidak dikenal lalapan, sayur mentah yang dimakan bersama sambal. Di sini, di Bukittinggi, sayur digulai, ditumis, dan diberi balado. Di sebuah rumah makan dekat rumah, saya menemukan toge, digulai. Aduh…..toge, yang biasa ditumis, direbus sekedarnya campur bumbu kacang. Ini digulai, bagaimana rasanya? Enak. Togenya tidak terlalu layu, karena toge dimasukkan ke gulai belakangan.

Di rumah makan atau di restoran Padang, sayur yang biasa muncul, daun singkong, direbus atau digulai. Apalagi ya….ketimun mentah dipotong-potong dan gulai nangka. Kalau masakan nasi kapau, semua sayur digulai (lobak singgalang, kacang panjang, nangka, jengkol). Saya tidak menemukan tumisan sayur di rumah makan. Tumisan sayur merupakan makanan rumahan.




Masakan rumahan dari sayur mayur yang paling saya suka tombak bawang, ada yang menamakan bunga bawang. Kalau lagi mahal, seikat kecil Rp 2000, hanya satu pedagang sayur yang jual, Jika membeli tombak bawang (Cara Membuat Tumis Sayur Tombak Bawang), selalu perhatikan bunga di ujung batang tombak bawang yang hijau tua. Kalau bunganya merekah, maka serat-serat pada batang mulai kasar. Kalau dimakan terasa ada serat yang kasar, tapi kalau bunganya masih kuncup, seratnya masih lunak dan rasanya manis. Masaknya ditumis tambahkan sedikit ebi, itu sudah enak.

Sayur paku (gulai paku), bukan paku beneran ya…itu tunas pakis, cari yang masih muda, cocok digulai putih, pakai cabai hijau. Kalau batang pakis dipatahkan masih alot, berarti cocok untuk dimasak. Paku ditumis enak juga kok. Daun pepaya, biasa dibuat anyang, nama Jawanya urap. Kalau di Jawa, urap dicampur dengan kacang panjang, dan toge. Kalau keluarga kami, membuat anyang hanya menggunakan daun dan bunga pepaya saja.

Dulu beli rebung masih berupa pohon bambu kecil yang sudah dirapikan di bagian luarnya, sesampai di rumah, dipotong dan direbus. Sekarang, sesuai kebutuhan, rebung sudah direbus cukup beli Rp 4000, sesampai di rumah, diberi bumbu dan santan, siap dimasak.

Pasar bawah (Sejarah Pasar Bawah), pasar ateh ngarai, dan pasar banto, di halamannya (atau di basement), sayur mayur segala rupa bisa ditemukan. Selain sayur yang telah ditulis di atas, saya juga menemukan sayur genjer di halaman pasar banto, tapi etek (tante) saya tidak bisa memasaknya. Bukan sayur yang biasa digunakan untuk masakan Minang.

sayur rebung, bunga pepaya



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Sayur Mayur Lokal Beli di Pasar Bawah, Pasar Ateh Ngarai, atau Pasar Banto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>