Saluang, Pengiring Dendang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Pengiring Dendang » Saluang, Pengiring Dendang

Saluang, Pengiring Dendang

(2459 Views) Februari 8, 2016 4:15 am | Published by | No comment



Saluang merupakan alat musik tiup yang digunakan untuk mengiringi pedendang (orang yang mendendangkan sebuah lagu khas Minang). Dendang merupakan petuah adat, pantun, dan hikayat yang dinyanyikan. Dua atau tiga pendendang diiringi oleh seorang peniup saluang. Dendang ratok, yang mengisahkan hikayat dan petuah adat selalu diiringi oleh saluang. Sedangkan dendang gembira, saluang, didampingi oleh alat musik lain seperti gendang dan tamborin.

Saluang berbentuk bulat, terbuat dari bambu tipis, yang ujung atas dan bawahnya berlobang (tidak ditutup). Saluang dimainkan dengan cara meniup dan menarik nafas (tidak seperti alat tiup pada umumnya, nafas ditarik secukupnya lalu ditiup, sedangkan saluang tetap bersuara pada saat peniup menarik nafas dan meniup), sehingga peniup saluang dapat mengiringi lagu dari awal sampai akhir tanpa putus. Teknik ini dinamakan menyisihkan nafas (manyisiahan angok).

saluang

Cara memainkan saluang, dengan memegang saluang miring ke bawah dan ke satu sisi. Melodi saluang berulang-ulang, walaupun lirik yang didendangkan berubah-ubah. Peniup saluang laki-laki dan duduk bersila di lantai. Begitu juga pedendang (2-3 pedendang) yang duduk di sebelah peniup saluang, yang saling berbagi lirik lagu dalam berdendang (sahut-sahutan antara pedendang satu dengan yang lain).

Panjang saluang bermacam-macam antara 30-65 cm. Ada 4 lobang nada. Peniup mendekatkan bibirnya pada sisi saluang bagian atas yang ujungnya dipotong, kira-kira 45 derajat. Bagian badan saluang ada yang polos tapi ada juga yang dihias dengan motif.

Saluang biasa dimainkan di daerah dataran tinggi Sumatera Barat (Darek), misal kabupaten Agam. Tapi di daerah tepi pantai atau pesisir ( Rantau) ditemukan saluang yang bentuk dan fungsinya sama,




Setiap nagari berbeda-beda jenis dan nadanya, begitu juga cara meniup saluang. Masing-masing mempunyai ciri khas sendiri, antara lain ; cara meniup saluang dari daerah Koto Tuo berbeda dengan daerah Pauah. Ini tentu berpengaruh pada jenis lagu yang dibawakan oleh pedendang. Ada jenis dendang tertentu yang hanya bisa diiringi oleh jenis saluang tertentu, artinya tidak semua saluang bisa mengiringi semua jenis dendang.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Saluang, Pengiring Dendang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>