Rangkiang Balirik (Rangkiang berderet) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Rangkiang Balirik (Rangkiang berderet) » Rangkiang Balirik (Rangkiang berderet)

Rangkiang Balirik (Rangkiang berderet)

(584 Views) Agustus 26, 2017 4:18 am | Published by | No comment



Rumah gadang nan sambilan ruang
Rumah gadang yang mempunyai sembilan kamar
Rangkiang nan balirik di halamannyo
Rangkiang (tempat penyimpanan padi) yang berderet di halamannya.

Lirik lagu Rumah Gadang

Lagu rumah gadang menjelaskan bahwa di depan rumah gadang terdapat rangkiang (tempat menyimpan padi) yang berderet di halaman. Berderet berarti jumlah rangkiang lebih dari dua. Setiap menemukan rumah gadang saya hanya menemukan satu atau dua rangkiang di depan rumah gadang, satu di kanan, satu di kiri, tidak pernah menemukan rangkiang yang berderet.

rangkiang balirik (berderet).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat mengunjungi Museum Bustanul Arifin (Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau Padang Panjang), saya menemukan foto rangkiang berderet. Ada 4 rangkiang ukuran besar yang berderet. Di bagian ujung terdapat tabuah. Di depan rangkiang berdiri bundo kanduang dan dua orang anak. Tidak ada penjelasan di dalam foto, kapan foto diambil dan lokasi foto. Rangkiang terdiri dari empat tiang dan empat dinding, menggunakan atap bagonjong. Pintu rangkiang terletak di bagian atas (di bawah atap bagonjong, di bagian segitiga loteng) yang disebut “singok”. Untuk memasukkan dan mengambil beras dari dalam rangkiang digunakan tangga bambu.

Dari foto tersebut saya memahami arti lagu rumah gadang, rangkiang yang balirik (berderet) di depan rumah gadang. Bentuk rangkiang yang besar dan jumlah yang lebih dari satu, kemungkinan rangkiang digunakan untuk menyimpan beras untuk satu kaum.




Pengelolaan padi dan yang memegang kunci rangkiang menjadi tanggung jawab bundo kanduang (ibu-ibu di dalam kaum yang dituakan), sedangkan pengawasan rangkiang berada di bawah pengawasan mamak (laki-laki yang dituakan dan bertanggung jawab terhadap kaum). Mamak dan bundo kanduang bekerja berdasarkan aturan dan kesepakatan kaum yang telah dibuat bersama, karena rangkiang mempunyai fungsi ekonomi dan sosial. Fungsi ekonomi, padi yang berada di dalam rangkiang digunakan untuk keperluan sehari-har, sedangkan fungsi sosial, padi digunakan untuk anggota kaum yang membutuhkan pertolongan.

Ada 4 jenis rangkiang berdasarkan bentuk dan fungsi ;

1.rangkiang sitinjau lauik, terdiri dari empat tiang dan terletak di bagian tengah (di antara rangkiang lain). Padi yang disimpan digunakan untuk membeli barang dan keperluan rumah tangga anggota keluarga rumah gadang.

2.Rangkiang si bayau-bayau berdiri di atas enam tiang, terletak di sebelah kanan. Padi di dalam rangkiang ini digunakan untuk makan anggota keluarga di rumah gadang.

3.Rangkiang Si Tenggang tapa, terdiri dari empat tiang dan terletak di sebelah kiri. Padi di dalam rangkiang digunakan untuk cadangan pada masa paceklik dan membantu masyarakat yang membutuhkan (fungsi sosial).

4.Rangkiang kaciak (rangkiang kecil), bentuknya lebih kecil dari rangkiang yang lain. Bentuk atap bagonjong atau bundar. Rangkiang ini berguna untuk menyimpan benih dan biaya menggarap sawah pada musim berikutnya, yang disebut dengan padi abuan. Jumlah rangkiang kaciak bisa lebih dari satu dan terletak di antara ketiga rangkiang.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Rangkiang Balirik (Rangkiang berderet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>