Proses Pernikahan Adat Balingka : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Proses Pernikahan Adat Balingka » Proses Pernikahan Adat Balingka

Proses Pernikahan Adat Balingka

(950 Views) Februari 9, 2016 4:17 am | Published by | No comment



Setiap nagari mempunyai proses pernikahan masing-masing, walau sebagian besar proses pernikahan adat Minang hampir sama, tapi pada bagian-bagian tertentu ada hal yang berbeda.

Artikel ini membahas penikahan adat Nagari Balingka. Proses pernikahan adat Balingka, dimulai dari mencari jodoh sampai menikah. Ada beberapa tahapan, jika anak atau kemenakan dicarikan jodoh oleh ninik mamak.

Bila anak atau kemenakan sudah cukup umur untuk berumah tangga, maka orang tua dan ninik mamak bermusyawarah, siapa yang patut dan mungkin dijadikan menantu (pandang jauh di layangkan, pandang dekat ditukikkan).

Setelah ditentukan yang akan jadi calon menantu, dilakukan pendekatan. Partuo (seseorang/beberapa orang yang dituakan) pihak laki-laki mendatangi pihak perempuan, menyampaikan maksud untuk menjalin silaturahmi (menjodohkan anak/kemenakan). Pihak perempuan berjanji akan memberi jawaban beberapa hari setelah kedatangan pihak laki-laki, karena harus dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan ninik mamak. Proses ini disebut marisiak.




Setelah pihak perempuan menerima pinangan dari pihak laki-laki dan kedua belah pihak telah menemukan kesepakatan, disampaikan kabar baik ini ke seluruh kaum pasukuan (saudara dalam satu suku) antara lain ; ninik mamak, partuo, urang sumando, dan bako

Tahap berikutnya bertunangan atau bertukar cincin (babaluak tando). Ke dua belah pihak menukarkan barang sebagai tanda resmi bertunangan, dilakukan oleh partuo laki-laki dan partuo perempuan di rumah.

Kakak perempuan saya menikah dengan orang Balingka, tapi berbeda suku. Mama memberikan songket kepada pihak laki-laki, begitu juga ibu pihak laki-laki memberikan songket ke mama. Setelah menikah, songket yang dipertukarkan tadi dikembalikan pada masing-masing pihak. Songket atau barang yang dipertukarkan harus barang yang mempunyai “nilai”. Jika pertunangan itu batal, pihak perempuan mengembalikan barang/tanda tersebut ke pihak laki-laki.

Pada saat pertunangan, kedua belah pihak bermusyawarah, menentukan hari pernikahan dan hari antar jemput pengantin laki-laki (marapulai) menurut adat.

Sebelum menikah, pengantin laki-laki dijemput oleh keluarga perempuan menuju lokasi pernikahan, di rumah pihak wanita, di Mesjid, atau di gedung pesta pernikahan. Setelah menikah, ada proses berikutnya, menjemput dan mengantar marapulai.

pernikahan adat nagari balingka

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Sebagian artikel ini bersumber dari facebook grup Ikatan Keluarga Balingka Jakarta, diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Proses Pernikahan Adat Balingka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>