Pisang Panggang H Zen di Pasar Atas : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Pisang bakar » Pisang Panggang H Zen di Pasar Atas

Pisang Panggang H Zen di Pasar Atas

(3265 Views) Februari 4, 2015 9:22 pm | Published by | No comment



Setiap ke Bukittinggi, saya selalu mampir di pisang bakar, H.Zen di Pasar Atas. Lokasi toko dari depan jam gadang, menuju deretan toko di belakang Rumah Makan Simpang Raya (sebelah kanan). Kira-kira 50 meter, terdapat toko makanan H.Zen. Toko makanan ini tidak menjual nasi dan lauk pauk, tapi makanan ringan, seperti pisang panggang, mie instan rebus, teh talua, kopi, teh, lontong sayur, dan di depannya ada pedagang sate. Bisa makan sate di toko H. Zen.

Saya selalu makan, pisang panggang. Dua pisang ambon dipanggang dengan kulit, setelah matang, semua bagian pisang menjadi lunak, kulit dilepas dan isi pisang diletakkan di dalam piring, siram dengan santan, tambahkan gula dan jika suka tambah cracker (biasa disebut roti gabin). Saya pernah mencoba membuat pisang panggang di rumah, mudah, tapi resep santannya berbeda. Saus santan yang di toko H. Zen, istimewa.




pisang panggang Bukittinggi

Ada dua toko yang menjual pisang panggang. Satu di sisi depan, di belakang rumah makan simpang raya, sedangkan satu lagi di sisi bagian belakang, telusuri terus deretan toko di belakang rumah makan simpang raya. Kedua toko berasal dari pemilik yang sama, dengan nama toko yang sama.

Saya lebih suka makan di toko yang di bagian depan, karena penjual sate berada di seberang toko, sehingga toko tidak terlalu berasap. Berbeda dengan toko di bagian belakang, penjual sate berada di dalam toko. Pada bulan puasa, toko tutup, mereka tidak menjual makanan, tapi menjual sepatu. Setelah Lebaran, toko buka seperti biasa.

Selain pisang panggang, lontong sayur menjadi pilihan saya. Lontong sayur hanya ada pagi hari, siang, lontong sayurnya habis, karena dimasak terbatas. Lontong sayur, biasa disebut bubua samba. Lontong tidak dibungkus daun, tapi nasi diolah seperti bubur dan ditambahkan ragi agar keras, diletakkan di dalam wadah, tunggu sampai dingin dan mengeras, lalu dipotong-potong. Sayur, berupa gulai buncis. Untuk tambahan, diberi kerupuk balado.

Toko H. Zen buka pukul 7:00 WIB tutup sore. Kadang-kadang toko ini, menjual es tebak, tapi tidak tiap hari. Saat itu, saya minum hari Minggu.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pisang Panggang H Zen di Pasar Atas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>