Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (8-19) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (8-19) » Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (8-19)

Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (8-19)

(357 Views) Desember 15, 2017 12:55 am | Published by | No comment



Pelaminan tempat penganten duduk bersanding. Di Minangkabau, pelaminan selain untuk tempat penganten duduk bersanding, pelaminan digunakan untuk tempat raja, ninik mamak, dan penghulu duduk.

Dalam membuat pelaminan di dalam rumah gadang atau di tempat pesta perkawinan diadakan (hotel atau ruang pertemuan), ada beberapa perlengkapan dan ornament yang perlu ada, sehingga pelaminan itu sempurna.

8. Garedeng

Garendeng terbuat dari kain satin/beludru berwarna merah, hijau, biru, dan berbentuk empat persegi pajang. Garendeng melambangkan hidup bahagia, tenteram, damai, dan sejahtera.

9. Lansir

Lansir kain satin/beludru berwarna hitam, hijau, merah manggis dengan bentuk ernpat persegi panjang yang diikat di bagian tengah. Lansir melambangkan ikatan kehidupan suami istri yang selaras dan harmoni.

10. Samie

Samie terbuat dari kain satin/beludru berwarna merah, merah kesumba dengan bentuk empat persegi panjang melambangkan sandara kehidupan suami istri.

11, Lidah-lidah

Lidah-lidah berbentuk dasi terbuat dari kain satin/beludru dengan bermacam-macam warna, melambangkan seseorang harus menjaga bahasa dan kata agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

12. Karamalai

Karamalai terbuat dari kertas perak berbentuk untaian manik-manik, yang melambangkan hubungan keluarga yang langgeng.

13. Angkin

Angkin terbuat dari kain satin/beludru dengan berbagai macam wama. Angkin berbentuk seperti bunga, kupu-kupu, atau bentuk-bentuk lain. Pada saat bersanding, kepala pengantin laki-laki yang sudah menikah kepalanya akan menyentuh angkin.

Dulu orang-orang tua akan mengingatkan kepada anak laki-laki yang berperilaku kurang baik dengan ungkapan:
Kok indak diubah parangai’ nan ,indak elok tu. mako indak ka di santuah angkin kapalo Wa ang nak. (Jika perilakunya tidak diubah (menjadi lebih baik) tidak akan tersentuh kepalanya oleh angkin nak).

14. Puti manyibuak

Puti manyibuak terbuat dari kain sutera dengan berbagai warna, bentuknya seperti gulungan kain. Puti manyibuak menggambarkan keberadaan seoang puteri atau pengantin wanita di dalam kelambu sebagai pembatas yang tidak boleh langsung dilihat dan disentuh oleh calon suaminya sebelum ijab kabul.

15. Ula naga / Sabit

Ula naga terbuat dari logam warna perak bentuk seperti dua ekor ular naga. Makna dua ekor naga itu adalah yang menjaga dan memelihara puteri yang akan dipersunting.




16. Banta kopek

Banta kopek terbuat dan kain satin/beludru wama merah, berbentuk empat persegi panjang, melambangkan tingkat kedudukan sosial yang punya acara.

17. Banta gadang / lemari

Banta gadang / lemari terbuat dan kain katun/beludru/satin berwarna merah, hijau, hitam. Bentuk banta gadang seperti rumah atau pondok kecil. Makna banta gadang tempat menyimpan pakaian dan peralatan adat, dan menggambarkan status sosial yang punya acara.

18. Dulang bakaki

Dulang bakaki terbuat dan kuningan, bentuk bundar, dan berkaki. Dulang bakaki digunakan untuk tempat makanan penganten. Dulang babaki melambangkan kehormatan dan kemuliaan dan kedua penganten.

19. Carano

Carano terbuat dan kuningan, bentuk bundar bertirai (berpenutup) dan berkaki. Ukuran carano lebih kecil dari dulang bakaki. Carano digunakan untuk meletakkan sirih dengan pelengkapnya, sebagai tanda untuk memulai setiap upacara adat.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (8-19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>