Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (1-7) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (1-7) » Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (1-7)

Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (1-7)

(1206 Views) Desember 13, 2017 12:54 am | Published by | No comment



Pelaminan tempat penganten duduk bersanding. Di Minangkabau, pelaminan selain untuk tempat penganten duduk bersanding, pelaminan digunakan untuk tempat raja, ninik mamak, dan penghulu duduk.

Dalam membuat pelaminan di dalam rumah gadang atau di tempat pesta perkawinan diadakan (hotel atau ruang pertemuan), ada beberapa perlengkapan dan ornament yang perlu ada, sehingga pelaminan itu sempurna.

Langik-Iangik/ tirai kolam yang terdapat pada flapon/ loteng (bagian luar dari palaminan).

Tabie penutup dinding dan tikar atau permadani penutup lantai tempat palaminan itu didirikan.

Hiasan pelaminan tidak hanya ornament yang terdapat di dalam pelaminan, tapi ornament yang menghiasi ruangan, tempat pelaminan diletakkan.

Kadudukan

Di setiap Rumah Gadang, raja, niniek-mamak atau penghulu atau mamak rumah, mempunyai tempat duduk khusus. Ini yang disebut kadudukan. Letak kadudukan di rumah gadang terletak di pangkal rumah gadang.

Setiap orang mempunyai tempat masing-masing di dalam rumah gadang, sesuai fungsi dan penghormatan.

Pengantin wanita (anak daro) dan laki-laki marapulai duduk di pelaminan (dibuatkan tempat khusus untuk bersanding).

Kadudukan penghulu

Kadudukan penghulu dihias dengan kain ‘tabia paco-paco” yang dibuat dari kain guntingan kain berwarna kuning merah, hitam, hijau, dan putih.

Niniek mamak yang diundang mengahadiri pesta perkawinan tidak mau menaiki rumah gadang yang dinding rumah tidak dipasang kain tabie atau pacopaco di tempat kadudukkan, karena menganggap tuan rumah tidak menyediakan tempat untuk niniek mamak.

1. Tabir/tabie

Tabir adalah kain penutup dinding di dalam dan di samping palaminan. Kain terbuat dari potongan kain berwarna ; hitam, merah, kuning, hijau dan, putih dengan bentuk; empat persegi panang, segitiga. Tabir ini melambangkan keberagaman adat di setiap nagari di Minangkabau.

2. Tirai awan bararak

Tirai berbentuk persegi empat menutup dinding ruangan, berwarna kuning, hitam dan merah, terbuat dari kain katun. Tirai awan bararak ini melambangkan perjalanan hidup seseorang.




3. Langit-langit / tirai kolam

Tirai yang menutupi langit-langit (flapon ruangan), terbuat dari kain satin atau beludru berwarna hitam, merah, merah hijau, merah, dan biru. Bentuk tirai persegi empat disulam dengan benang emas. Tiai ini melambangkan keterbatasan manusia.

4. Kain bajalin

Kain bajalin, kain yang dikepang dari tiga warna kain merah, kuning, hitam atau merah, kuning, hijau. Kain terbuat dari katun atau polyster. Makna kain bajalin
kemufakatan ‘taIi tigo sapilin, tungku tigo sajarangan”

5. Pancuang

Pancuang berbentuk segitiga atau setengah lingkaran, terbuat dari kain katun, berwarna merah, kuning, dan hijau,. Pancuang melambangkan status sosial orang yang mengadakan acara.

6. Tonggak katorok

Tonggak katorok terbuat dari kain katun berwama kuning yang dirangkai dan diikat sehingga membentuk bola. Ini bermakna setiap orang harus melihat segala sesuatu itu dalam bentuk lahir dan batin.

7. Kelambu

Kelambu terbuat dari kain satin, beludru, atau sutera dengan warna yang lembut, bentuknya empat persegi panjang. Kelambu melambangkan perempuan Minangkabau terjaga secara berlapis-lapis. tidak mudah dipersunting.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Perlengkapan Pelaminan Minangkabau (1-7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>