Pensi, Kerang Air Tawar dari Danau Maninjau dan Danau Singkarak : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Kerang Air Tawar dari Danau Maninjau dan Danau Singkarak » Pensi, Kerang Air Tawar dari Danau Maninjau dan Danau Singkarak

Pensi, Kerang Air Tawar dari Danau Maninjau dan Danau Singkarak

(1662 Views) September 21, 2016 10:49 pm | Published by | No comment



Pada saat reuni SMA, September 2015 di Bukittinggi, seorang teman sengaja membeli pensi di Sungai Puar (30 menit dari jam gadang ke arah Padang). Mereka makan pensi bersama-sama di kamar hotel.

Waktu SD, saya pernah memakan pensi, tapi tidak terlalu pandai memakannya (cangkang selalu pecah dan serpihan cangkang bercampur dengan daging dan bumbu). Selain itu bumbu pensi yang saya coba tidak terlalu enak, sehingga pensi satu plastik kecil, tidak habis,

Pensi merupakan kerang air tawar, kerang berukuran kecil (diameter 1-1.5 cm) dengan cangkang berwarna hitam. Pensi diambil dari Danau Maninjau dan Danau Singkarak. Pensi dari Danau Singkarak lebih besar dengan warna cangkang agak keputih-putihan.




Nelayan menangkap pensi subuh, agar dapat segera dibawa ke pasar, pasar Sungai Puar atau pasar bawah, di Bukittinggi.

Pensi dijual dalam bentuk mentah (dengan cangkang dan tanpa cangkang –hanya daging) dan yang siap dimakan, berupa camilan (pensi bercangkang dan sudah diberi bumbu). Pensi berupa camilan dimasukkan ke dalam plastik kecil (kira-kira berukuran 100 mg).

Cara memakan pensi yang sudah masak. Cangkang dibelah dengan gigi. Daging (isi) dihisap. Bumbu yang tepat (menempel pada cangkang) terasa dilidah, bercampur dengan isi pensi. Hati-hati terhadap cangkang yang pecah, jangan sampai tertelan, karena kulit cangkang sangat tipis dan cukup tajam. Bagi yang pandai, pada saat menggigit, cangkang terbelah dua, sehingga tidak terdapat serpihan cangkang dan daging dengan mudah dihisap.

tumis pensi
Sumber Foto : Zulkifli

Di Bukittinggi, pensi dari Danau Maninjau yang lebih banyak dijual dan laku, karena mempunyai cangkang yang lebih tipis, sehingga bumbu lebih meresap dan mudah dimakan sebagai camilan (kulit cangkang mudah dibuka dengan gigi)

Di pasar bawah, Bukittingi tersedia pensi yang sudah direbus dan dijual daging saja (cangkang sudah dibuka), dijual dalam gelas-gelas kecil. Penjual duduk di sudut toko menjajakan dagangannya. Penjual berasal dari Maninjau. Mereka datang pagi dan kembali ke Maninjau sore. Daging pensi digunakan untuk masakan cangkuak, rendang, digoreng, dan gulai.

daging pensi yang sudah direbus



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pensi, Kerang Air Tawar dari Danau Maninjau dan Danau Singkarak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>