Pengrajin Koto Gadang, Sulaman Kapalo Samek dan Suji Cair : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » oleh-oleh » Pengrajin Koto Gadang, Sulaman Kapalo Samek dan Suji Cair

Pengrajin Koto Gadang, Sulaman Kapalo Samek dan Suji Cair

(5180 Views) Desember 7, 2014 1:21 pm | Published by | No comment



Saya ingin bercerita tentang pengrajin Koto Gadang. Kerajinan perak Koto Gadang, mempunyai kualitas yang baik, kadar perak dan ukiran perak; detil rinci dan motif menarik. Kalau di Jawa Tengah kota yang menghasilkan kerajinan perak, Kota Gede. Saya punya perhiasan dari kedua kota tersebut. Perhiasan kalung dari Koto Gadang dan gelang dari Kota Gede. Di Koto Gadang, selain untuk perhiasan, perak dibuat untuk hiasan interior, seperti rumah gadang mini dari perak.

Selain kerajinan perak, Koto Gadang terkenal dengan “Selendang Koto Gadang”. Jika disebut selendang koto gadang, sudah terbayang, selendang dengan harga jutaan, sulaman benang warna-warni, dan terdapat hiasan dari benang emas, di bagian ujungnya.

Setiap wanita di Bukittinggi, di Kabupaten Agam khususnya, selalu ingin memiliki selendang Koto Gadang, minimal satu. Wanita yang baru saja menikah, akan memamerkan selendang dipadu dengan songket, ke keluarga mempelai pria saat diundang makan. Bagi ibu-ibu yang sudah mapan, tidak cukup satu, mereka akan membeli selendang dengan bermacam warna, dan memakai saat pesta adat, atau pesta pernikahan adat Minang. Selendang lebar ini disampirkan di pundak, sehingga, bunga sulaman yang indah itu terlihat oleh semua orang. Saya sendiri suka berdecak kagum melihat keindahan sulaman tangan yang dipakai ibu-ibu mapan itu.

Sulaman selendang Koto Gadang ada dua : sulaman kapalo samek (kepala peniti) dan sulaman suji cair. Pembuatan sulaman suji cair membutuhkan ketelitian dan kemampuan komposisi warna yang tepat, sehingga beberapa warna benang yang saling menumpuk menyatu menghasilkan sulaman motif bunga yang hidup. Komposisi gradasi warna dari muda ke warna gelap serta perpaduan antar warna benang, dan warna selendang, akan menghasilkan kualitas selendang yang benar-benar indah. Sedangkan sulaman kapalo samek, mengaitkan benang pada ujung jarum, ketika dijahit akan terdapat bulatan kecil pada kain. Biasasanya, bagian pinggir bunga dijahitkan benang emas, agar bentuk bunganya lebih nyata.

Beberapa tahun terakhir, sulaman suji cair disulam pada kain songket, saya baru lihat lebaran tahun 2014, di Pasar Atas, Bukittinggi. Berapa harganya? Tiga sampai lima juta di toko yang menjual mukena dan baju-baju bordir di Pasar Atas, Bukittinggi. Tidak semua toko menjual sulaman suji cair pada songket itu, hanya toko-toko besar.

Sulaman Suji Cair

sulaman suji bentuk bunga-koto gadang

 

 

 

 

 

 

 

 

Sulaman Kapalo Samek

sulaman kapalo samek


This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pengrajin Koto Gadang, Sulaman Kapalo Samek dan Suji Cair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>