Pendidikan Anak Gadis Minang dari Rumah : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Pendidikan Anak Gadis Minang dari Rumah » Pendidikan Anak Gadis Minang dari Rumah

Pendidikan Anak Gadis Minang dari Rumah

(526 Views) Februari 18, 2017 12:31 pm | Published by | No comment



Saya sering melihat mama memasak, sesekali membantu mengiris bawang, memotong dan membersihkan sayur. Tidak pernah diberi kesempatan untuk membubuhkan bumbu, sehingga tidak pernah mengetahui berapa takaran ; garam, merica, cabe merah, bawang merah, bawang putih, dan bumbu-bumbu lain untuk masakan tertentu. Setelah mencoba memasak sendiri (berdasarkan menu masakan dari google), saya memahami, kenapa mama tidak pernah mengajarkan berapa takaran bumbu, karena takaran bumbu sangat personal. Setiap orang mempunyai cita rasa yang berbeda, dan kreativitas memasak diuji dengan ketepatan takaran bumbu masing-masing.

Pengetahuan apa yang saya dapat dari cara mama memasak? Jenis masakan yang sering disajikan di keluarga kami (lauk-pauk, makanan kecil) dan cara mengolah masakan, misal pada saat memasak rendang, mama melumuri daging dengan bumbu rendang sampai rata, kemudian mendiamkannya selama 30 menit, sebelum dimasukkan ke dalam santan yang telah dididihkan. Keluarga sepupu, melakukan dengan cara berbeda. Memasak bumbu, daging, dan santan sekaligus. Selain masakan tradisional (lapek bugih, lapek sagan, pisang goreng, godok), mama juga memasak puding, kue kukus, dan bolu.




Apa yang diajarkan nenek? Saya tidak pernah serumah dengan nenek, keluarga kami bermukim di Bukittinggi dan nenek, kami sebut Piah, bermukim di Jakarta. Waktu saya liburan ke Jakarta, nenek pernah membuat kolak dari hun kwe. Pertama nenek membuat hun kwe, setelah matang dipotong-potong dan diberi santan. Enak sekali.

Kalau ke rumah tante dan sepupu, saya selalu menemukan jenis dan rasa masakan yang sama dengan masakan yang disajikan mama. Penilaian kami (saya dan sepupu) terhadap satu jenis masakan (enak atau tidak), hampir sama. Pendidikan untuk anak gadis/perempuan berawal dari rumah dan dilakukan secara turun temurun.
Dulu, rumah gadang diperuntukan bagi wanita. Seorang wanita melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka di rumah gadang. Bagi anak laki-laki yang meninjak remaja, ia tidak diperbolehkan lagi tidur di rumah gadang. Ia dan teman sebaya harus tidur di surau.

Anak perempuan yang menginjak remaja, menjadi gadis, selalu berada di dekat ibu dan perempuan dewasa yang ada di rumah gadang. Anak gadis harus membantu ibu di dapur, belajar memasak, mengurus rumah tangga, menjahit, menyulam, dan membaca Al Quran. Semua kepandaian itu diajarkan oleh ibu, dan perempuan yang ada di rumah gadang (nenek, etek (tante-adik/kakak ibu)). Pengetahuan itu dipersiapkan untuk berumah tangga, karena pada saat itu belum ada pendidikan di luar rumah (sekolah).



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pendidikan Anak Gadis Minang dari Rumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>