Pakaian Adat Pengantin Wanita Nagari Lintau : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Pakaian Adat Pengantin Wanita Nagari Lintau » Pakaian Adat Pengantin Wanita Nagari Lintau

Pakaian Adat Pengantin Wanita Nagari Lintau

(1606 Views) Januari 29, 2018 4:34 am | Published by | No comment



Perbedaan baju adat pengatin wanita di Minang dapat dilihat dari bentuk hiasan kepala. Dari bentuk hiasan kepala dapat ditebak, baju adat pengantin wanita itu berasal dari nagari apa. Salah satunya pakaian adat pengantin wanita nagari Lintau. Hiasan kepala pengantin Lintau terdiri dari tekuluak tanduak balenggek (selendang tanduk bertingkat). Selendang yang dibentuk menyerupai tanduk. Ada dua tanduk, bagian bawah dan atas. Bagian atas lebih kecil dibanding bagian bawah. Hiasan kepala pengantin wanita ini terbuat dari kain balapalak (kain songket).

Hiasan pengantin Lintau ini ada dijual di pasar atas, Bukittinggi, di toko yang menjual suntiang dan peralatan perkawinan. Akan tetapi, hiasan kepala ini jarang digunakan oleh pengantin Minang di luar nagari Lintau. Mereka lebih sering menggunakan hiasan kepala berupa suntiang atau selendang (tekuluak) khas Koto Gadang.




baju adat pengantin wanita lintau sumatera barat.

Baju yang digunakan pengantin wanita, baju beludru berwarna hitam. Di bagian pinggir baju terdapat benang emas (minsie) dengan lebar 3-4 cm (pada pinggir lengan dan pinggir baju bagian bawah). Pada seluruh baju menyebar (batabua) ornamen berwarna emas.

Kodek (kain) dari kain balapak, tidak terdapat selendang (kain sandang) hanya kodek saja. Tokah terbuat dari kain satin, balapak (songket), atau beludru. Tokah adalah kain yang disilangkan di bagian dada dan kedua ujung kain terjuntai di bagian punggung. Tokah berupa kain panjang persegi panjang dari beludru dengan warna disesuaikan dengan warna baju dan ukuran 30 cm x 240 cm. Di bagian pinggir kain tokah diberi renda benang emas dengan pola persegi atau segi tiga.

Perhiasan pengantin wanita terdiri dari kalung (dukuah), gelang, cincin, anting-anting, dan terompah. Perhiasan kaluang terdiri dari beberapa kalung antara lain ; dukuah rago-rago, dukuah koban, dukuah panjang. Gelang berupa gelang baeram. Perhiasan kalung (dukuah) persis terletak di atas tokah yang terbuat dari kain balapak, satin, atau beludru.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pakaian Adat Pengantin Wanita Nagari Lintau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>