Oleh-Oleh dari Bukittinggi untuk Laki-laki, Baju Koko, dan Celana Batik : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » oleh-oleh » baju batik dan baju koko » Oleh-Oleh dari Bukittinggi untuk Laki-laki, Baju Koko, dan Celana Batik

Oleh-Oleh dari Bukittinggi untuk Laki-laki, Baju Koko, dan Celana Batik

(2024 Views) Mei 25, 2015 9:18 am | Published by | No comment



Dulu, warga Bukittinggi mempunyai baju khas; untuk laki-laki memakai baju koko warna putih atau broken white dan celana batik agak komprang. Untuk wanita, memakai kain, baju kurung, dan selendang panjang dengan sulaman.

baju koko

Sekarang, masih ada sebagian laki-laki yang memakai baju koko putih dan celana batik komprang untuk ke mesjid, terutama untuk hari Jumat. Atau, om dan sepupu lelakiku suka memakai baju itu untuk acara keluarga yang sifatnya tidak formal. Kesannya, santai dan rapi. Sedangkan, wanita, sudah jarang yang memakai baju kurung dan kain panjang.

Baju koko putih dan celana batik komprang, masih dijual di Bukittinggi. Baju koko putih lengan pendek dan lengan panjang dapat dibeli di toko bordir yang menjual baju bordir wanita. Akan tetapi, celana batik komprang, tidak dijual di toko bordir. Celana batik komprang, biasa, dijual di toko khusus yang menjual baju dan celana khusus untuk laki-laki. Toko ini terletak di pasar atas Sejarah Pasar Atas (Pasa Ateh, di lantai 2, di bagian belakang.

Celana batik itu dijahit khusus dengan menggunakan jenis batik terpilih, bukan produk massal, karena itu harganya lebih mahal di banding celana batik yang biasa ditemui di pedagang kaki lima.




Perbedaan mendasar dari celana batik khas Bukittinggi, dengan celana batik lain (sebut saja celana batik khas Yogya). Jahitan bagian pisak (bagian pangkal paha) ditambah dengan kain, sehingga bagian pisak lebih lebar dan tidak mudah robek. Bandingkan dengan celana batik lain.

Perbedaan lain, ada saku. Di bagian perut, disambung dengan kain warna hitam. Jadi celama batik itu, perpaduan batik dan kain hitam di bagian perut. Jahitannya rapi. Pada saat digunakan dengan baju koko. Baju koko bagian bawah di keluarkan (tidak dimasukkan ke dalam celana, sehingga kain hitam di bagian perut tertutup).

Apakah hanya laki-laki yang memakai celana batik itu? Tidak, wanita, saya memakai celana batik itu untuk di rumah. Harganya Rp 45.000-50.000 tergantung besar atau kecil.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Oleh-Oleh dari Bukittinggi untuk Laki-laki, Baju Koko, dan Celana Batik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>