Nama Kota Bukittinggi Dari Masa Ke Masa : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » sejarah » Nama Kota Bukittinggi Dari Masa Ke Masa » Nama Kota Bukittinggi Dari Masa Ke Masa

Nama Kota Bukittinggi Dari Masa Ke Masa

(568 Views) September 10, 2016 10:09 am | Published by | No comment



Nama kota Bukittinggi berubah-ubah tergantung penguasa pada saat itu. Selain, penamaan oleh pemerintah resmi Bukittinggi pada saat itu, penduduk nagari di sekitar Bukittinggi mempunyai sebutan tersendiri.

Bukik Nan Tinggi, merupakan nama Bukittinggi, saat mula didirikan. Bukik berarti bukit. Nan berarti yang. Tinggi berarti tinggi. Bukit yang paling tinggi di antara bukit-bukit lain yang ada di sekitarnya antara lain Bukit Pinang Nan Sabatang, Bukit Ambacang, Bukit Tambun Tulang, Bukit Campago, Bukit Mandiangin, Bukit Kubangankabau, Bukit Paninjauan, Bukit Canggang, Bukit yang paling tinggi itu dipilih oleh penghulu (datuk, pemimpin suku) Kurai.

Pada masa Belanda, Bukittinggi bernama Stadsgemeente Fort de Kock. Stadsgemeente berarti kota, Fort berarti benteng, Kock adalah nama pemimpin Belanda. Kapten Bauer mendirikan benteng sterreschant di bukit Jirek, yang dikenal dengan Benteng Fort de Kock. Kedatangan Belanda di Bukittinggi memberikan pengaruh yang sangat besar merancang kota, sehingga memiliki sarana dan prasarana yang lengkap sebagai sebuah kota. Kota ini dipimpin oleh seorang controleur yang dijabat oleh orang Belanda. Kota Bukittinggi berkembang menjadi stadsgemeente (kota) dan ibu kota Padangsche bovenlanden dan onderafdeeling oud agam.




Sketsa salah satu bukit yang paling tinggi (bukit nan tatinggi) yang dibuat pada masa Belanda. Pada sketsa tertulis Ford de Kock, 1820

Bukittinggi dikenal sebagai Parisjs Van Sumatra, kontur yang berbukit, udara yang sejuk, dan terdapat taman bunga menjadi Bukittinggi sebagai tempat istirahat bagi tentara dan pegawai Belanda.

Jepang menguasai Bukittinggi tahun 1946, dan Bukittingg berubah nama menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho. Kota ini menjadi pusat pemerintahan militer ke-25 Kempetai, dipimpin oleh Mayor Jenderal Hirano Toyoji, yang menguasai kawasan Sumatera,

Saat ibukota Indonesia Yogyakarta direbut Belanda, Soekarno menunjuk Mr Sjafruddin Prawiranegara membentuk PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) tanggal 19 Desember 1948 dengan ibu kota Bukittinggi. Sejak itu nama Bukittinggi tidak pernah berubah sampai sekarang.

Bagi penduduk nagari di sekitar Bukittinggi, misal penduduk di nagari Balingka menyebut Bukittinggi, “gaduang” atau pasa (pasar). Jika mereka pergi dari nagari Balingka ke Bukittinggi mereka akan menyebut ke dua kata tersebut “gaduang” dan “pasa” yang berarti ke Bukittinggi.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Nama Kota Bukittinggi Dari Masa Ke Masa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>