Mengirik (Mangiriak) Padi, Melintir Batang Padi dengan Kaki : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Mengirik (Mangiriak) Padi » Mengirik (Mangiriak) Padi, Melintir Batang Padi dengan Kaki

Mengirik (Mangiriak) Padi, Melintir Batang Padi dengan Kaki

(740 Views) Februari 26, 2016 2:06 pm | Published by | No comment



Tahun 80-an, di kampung saya Balingka (Sejarah Nagari Balingka yang Terletak di Lereng Gunung Singgalang), pengerjaan sawah masih dilakukan secara gotong royong. Kerabat dan tetangga membantu pemilik sawah, mulai dari mencangkul tanah, membersihkan rerumputan, menyemai, mencabut benih sampai panen. Kemudian tahap akhir memisahkan bulir padi dengan sisa batang/daun, sehingga padi siap dikumpulkan dan dibawa ke tempat penyimpanan.

Proses paling menarik adalah mangiriak padi. Mangiriak berarti melintir batang padi dengan kaki sampai bulir terlepas dari batang.

Padi dikumpulkan di atas alas plastik pada satu sudut sawah. Setelah disabit, padi didiamkan selama 2-3 hari sebelum diirik. Padi disusun saling berhadapan lalu diplintir dengan kaki telanjang (tanpa menggunakan alas kaki) sampai semua bulir padi yang melekat pada batang terpisah. Pekerjaan mangiriak padi dilakukan oleh laki-laki dewasa, sampai selesai. Jika malam, dinyalakan lampu strongken sebagai penerang.




Masa mangiriak padi melibatkan seluruh anggota keluarga besar dan kerabat pemilik sawah. Semua bekerja sesuai fungsi masing-masing, laki-laki dewasa bertugas mangiriak padi, wanita memasak nasi, lauk pauk dan menu khusus, sanok (Sanok, Makanan Saat Panen Padi di Balingka). Pada saat istirahat, semua orang termasuk anak-anak makan bersama di tengah sawah. Mereka tidak hanya bekerja bersama-sama tapi menjadikan momen ini untuk saling bertemu dan berkomunikasi.

Batang padi kering biasa digunakan oleh anak-akan untuk membuat pupuik dari batang padi. Alat musik tradisional Minang ini hanya bertahan beberapa hari, karena batang padi semakin lama akan semakin kering dan tidak dapat ditiup lagi. Tidak hanya untuk pupuik, batang padi digunakan juga untuk menyedot sanok. Sanok terbuat dari tepung beras, santan, gula, garam, dan pisang, dimasak encer.

Tradisi mangiriak padi, yang mengundang keluarga besar dan kerabat untuk bergotong royong sudah tidak ada lagi saat ini. Pemilik sawah mengupah tenaga harian. Mereka menggunakan alat khusus untuk memisahkan bulir padi dengan batangnya. Cara lain, padi dipukul-pukul, sampai bulir padi terpisah dari batang.

Tidak ada lagi kaum wanita pemilik sawah yang menanak nasi, memasak lauk pauk, dan membuat sanok untuk dimakan bersama-sama di tengah sawah.

mengirik dengan mesin-memisahkan bulir padi. Foto : Pada foto memisahkan bulir padi menggunakan mesin, saat ini sudah jarang memisahkan bulir padi dengan kaki, karena membutuhkan banyak tenaga kerja.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Mengirik (Mangiriak) Padi, Melintir Batang Padi dengan Kaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>