Melihat Danau Maninjau dari Puncak Lawang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » wisata » Tujuan wisata » Melihat Danau Maninjau dari Puncak Lawang » Melihat Danau Maninjau dari Puncak Lawang

Melihat Danau Maninjau dari Puncak Lawang

(902 Views) September 27, 2016 11:38 pm | Published by | No comment



Saya sudah lama tidak ke puncak lawang. Tahun 80-an, saya dan teman-teman dari Bukittinggi melalui Matua (nagari di dekat Lawang) naik kendaraan umum sampai di pasar. Saat itu belum ada kendaraan umum sampai ke puncak lawang, lalu berjalan kaki melewati kebun tebu, berpapasan dengan kerbau pengangkut tebu yang berjalan sangat pelan. Udara bersih dan suasana desa sangat terasa. Lawang merupakan gula merah yang berasal dari tebu (orang Minang menyebut saka) terbaik di Kabupaten Agam dan Sumatera Barat.

Dari puncak lawang, jika tak berkabut, akan terlihat Danau Maninjau, desa-desa, dan sawah yang ada di sekitarnya. Indah. Sedangkan di sisi yang lain, terlihat hamparan kebun tebu, dan beberapa buah dangau, tempat pengolahan tebu menjadi saka. Sejak zaman penjajahan Belanda, Puncak Lawang telah menjadi tempat peristirahatan dan rekreasi.




Reuni SMA tahun 2015, dari Padang melalui Lubuk Basung, kami ingin mampir ke Puncak Lawang, menikmati pemandangan Danau Maninjau. Saat melalui kelok 44, mulai gerimis dan berkabut, diputuskan langsung ke Bukittinggi. Cuaca di sekitar puncak lawang sering hujan dan gerimis, sehingga menyebabkan kabut di puncak lawang.

Dari Bukittinggi ke puncak lawang, kira-kira 60 menit perjalanan dengan kendaraan. Pariwisata di pucak lawang terus dikembangkan. Hotel yang ada di sekitar puncak lawang; Hotel Nuansa Maninjau Resort, Pasir Panjang Permai, dan Hotel Maninjau Indah, di dekat Danau Maninjau. Biasa wisatawan menginap di Bukittinggi, kemudian berkeliling ke puncak lawang, ambun pagi, dan Danau Maninjau

Pada saat lebaran, puncak lawang banyak dikunjungi wisatawan lokal di sekitar Kabupaten Agam, sehingga tersedia beberapa buayan kaliang (seperti bianglala yang terbuat dari kayu, yang terdiri dari 4 kotak, diputar oleh 5-6 laki-laki dewasa. Anak-anak menyukai permainan ini, yang diputar selama 10 menit). Buayan kaliang dikelola oleh perorangan, yang berpindah-pindah dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain, berdasarkan jumlah pengunjung pada waktu-waktu tertentu.

Saat ini pemerintah Kabupaten Agam menjadikan Puncak Lawang sebagai lokasi “take-off” Olah Raga Paralayang. Olah raga paralayang ini telah menjadi agenda tahunan dan beberapa kali Event Internasional digelar di sini. Keindahan pemandangan di puncak lawang menjadi daya tarik dari kegiatan ini.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Melihat Danau Maninjau dari Puncak Lawang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>