Medan Nan Bapaneh di Situs Batu Batikam : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » wisata » Medan Nan Bapaneh di Situs Batu Batikam » Medan Nan Bapaneh di Situs Batu Batikam

Medan Nan Bapaneh di Situs Batu Batikam

(885 Views) Agustus 25, 2017 4:10 am | Published by | No comment



Saya mengunjungi situs batu batikam di Nagari Limo Kaum, Batu Sangkar, di sekeliling batu batikam terdapat batu dengan sandaran, membentuk lingkaran. Saya mengambil kesimpulan, bahwa area ini merupakan Medan Nan Balinduang karena terletak di bawah pohon beringin. Setelah membaca papan yang menjelaskan situs batu baktikam, ternyata area itu merupakan Medan Nan Bapaneh.




Di Minangkabau terdapat dua lokasi untuk bermusyarawah. Yaitu Medan nan Bapaneh dan Medan Nan balinduang. Medan Nan Bapaneh, artinya lokasi bermusyawarah langsung terkena sinar matahari. Peserta musyarwarah tidak dilindungi oleh atap (berupa kanopi pohon). Sedangkan Medan Nan Balindung, peserta musyawarah dilindungi oleh atap (sesuatu yang melindungi peserta dari sinar matahari, kanopi pohon).

Pada situs batu batikam terdapat dua batu ; batu untuk alas duduk dan batu untuk sandaran. Dari batu tempat duduk pemuka adat itu, terlihat berapa orang yang bermusyawarah dan jarak duduk antara satu orang peserta dengan peserta musyawarah yang lain.

Batu tempat duduk pemimpin Minang untuk bermusyawarah.

Papan yang menjelaskan sejarah situs tertulis bahwa, luas area situs 1.800 M2. Dulu berfungsi sebagai Medan Nan Bapaneh, tempat bermusyawarah kepala suku. Susunan batu seperti sandaran tempat duduk, berbentuk persegi panjang melingkar. Pada bagian tengah terdapat batu batikam (batu berlubang). Batu ini berlubang karena ditikam oleh Datuak Parpatiah Nan Sabatang sebagai tanda berakhirnya perselisihan dengan Datuak katumanggungan mengenai soal adat, pada saat bermusyawarah.

Musyawarah yang dilakukan di Medan Nan Bapaneh masih dilakukan sampai saat ini, dalam memecahkan persoalan adat di Minang. Beberapa bulan yang lalu saya membaca status di group Nagari Balingka, sedang dilakukan musyawarah untuk memilih datuak (panghulu), pemimpin kaum yang baru, karena datuak yang lama meninggal. Di dalam foto, terlihat 15-20 orang laki-laki duduk di atas terpal di sebuah area terbuka, di bawah terik sinar matahari (tidak ada atap pelindung). Mereka bermusyawarah sampai mendapatkan satu keputusan. Di dalam musyawarah di Medan Nan Bapaneh tidak ada kaum wanita, hanya laki-laki yang dituakan.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Medan Nan Bapaneh di Situs Batu Batikam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>