Mars Prayoga Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Mars Prayoga Bukittinggi » Mars Prayoga Bukittinggi

Mars Prayoga Bukittinggi

(28 Views) Agustus 6, 2019 7:47 am | Published by | No comment

Maju Maju Putra
Maju Maju Putri
Tuntutlah Ilmu
Pembina Bangsa Nusa Jaya

TK Kuntum Mekar
Fransiskus Nama SD
Xaverius Budi (Jaya)
Sekolah Tercinta

Tempat tunas bangsa
Diasuk didik suci

Jadi manusia
cerdas jujur bahagia



Ini merupakan lagu mars yang kami nyanyikan pada saat upacara atau kegiatan tertentu. Menurut Ibu Dur, guru kesenian di SD Fransiskus, di whatapps grup yayasan prayoga Bukittinggi, yang menulis lagu Mars Prayoga Pastor Pangchani. Dalam lagu tersebut terdapat kata TK Kuntum Mekar. TK Kuntum Mekar tempat saya sekolah dulu, ada TK A dan TK B. Setelah lulus TK B bisa langsung masuk SD.

Sebelumnya terdapat dua TK (taman kanak-kanak), yaitu TK pastor dan TK suster. TK pastor dikenal dengan nama TK Setia, tapi TK ini tidak bertahan lama. Tahun 1970-an TK Setia sudah tidak ada. Sedangkan TK suster dikenal dengan nama TK Kuntum Mekar, TK ini masih ada sampai sekarang.

SD Fransiskus, saya baru mengetahui bahwa kata Fransiskus Xaverius merupakan satu kata yang berasal dari nama seorang santa, ketika SMP. SMP Menggunakan nama Xaverius.

Budi, Setya Budi merupakan jenjang Sekolah Pendidikan Guru. Guru yang bersekolah di SPG Setya Budi akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang berada di bawah naugan Yayasan Prayoga yang berada di kota Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, dan Payakumbuh (khusus wilayah Sumatera Barat). Ibu teman saya lulusan SPG Setya Budi, Bukittinggi, kemudian mengajar di SD Fransiskus Padang Panjang.




Di dalam lagu kata Budi diganti menjadi Jaya, karena SPG Budi tidak bertahan lama. Pada saat saya bersekolah di komplek itu, tahun 80-an SPG Budi sudah tidak ada.

Murid yang bersekolah tahun 70-an masih diajar oleh suster dan pastor yang berkebangsaan Belanda. Pada masa saya, tahun 80-an, sudah tidak ada lagi suster berkebangsan Belanda, mereka pulang ke negeri Belanda. Mereka diganti dengan suster Indonesia.

Anak-anak yang tidak mampu atau lemah menangkap pelajaran, setelah pulang sekolah diharuskan tinggal di kelas. Mereka diberi les tambahan, sampai mereka paham dan mengerti pelajaran tersebut, sehingga tidak tertinggal dan dapat mengikuti pelajaran selanjutnya bersama teman-temannya.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Mars Prayoga Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>