Malam Bainai (Malam Melekatkan Inai Pada Kuku Jari Pengantin Wanita) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Malam Bainai » Malam Bainai (Malam Melekatkan Inai Pada Kuku Jari Pengantin Wanita)

Malam Bainai (Malam Melekatkan Inai Pada Kuku Jari Pengantin Wanita)

(1154 Views) September 26, 2016 12:00 am | Published by | No comment



Pertama kali, saya menyaksikan acara malam bainai, saat salah seorang saudara menikah. Acara malam bainai dilakukan di rumah pengantin wanita, pada malam sebelum akad nikah yang diadakan keesokan hari. Di dalam ruangan itu hanya ada kaum wanita ; nenek, ibu, dan semua saudara perempuan dari pihak ibu dan ayah, dan perempuan dari keluarga besar dari pihak ibu dan ayah. Ada juga sahabat calon pengantin wanita atau kerabat lain. Sebagian besar memakai baju kurung dan kain panjang. Keluarga yang terdekat dengan calon mempelai (nenek dan ibu) duduk di bagian depan dekat pelaminan.

Setelah semua berkumpul, calon pengantin wanita dengan baju adat dan bersunting randah dibawa keluar dari kamar, diapit dua orang kawan sebaya. Calon pengantin wanita (disebut anak daro) duduk di pelaminan, mengikuti semua proses malam bainai.




Nenek atau orang yang dituakan dari kedua belah pihak, ibu dan ayah, berkumpul mengelilingi calon anak daro dan secara bergantian memberikan nasehat pada calon anak daro. Setelah itu, satu persatu melekatkan inai di jari calon pengantin wanita, sambil diberi nasehat. Pelekatan inai ke jari pengantin wanita ini dimulai dari nenek, ibu, dan sesepuh yang lain.

Inai nama lain dari pacar kuku (Lawsonia inermis),yang ditumbuk halus dan ditambah sedikit air. Inai dilekatkan pada kuku jari calon mempelai secara hati-hati dan ditutup dengan daun sirih. Agar warna merah inai menempel ke kuku, didiamkan semalam. Warna merah pada kuku memberi tanda bahwa wanita tersebut sudah menikah.

Setelah acara selesai, calon anak daro diantar kembali ke kamar oleh kawan sebayanya, untuk beristirahat. Sedangkan, tamu yang hadir, melanjutkan silaturahmi dengan makan bersama dan membahas perhelatan yang akan diadakan keesokan hari.

Catatan :
Suntiang terdiri dari dua, suntiang randah dan suntiang gadang. Suntiang gadang hanya diperuntukan bagi pengantin wanita yang duduk di pelaminan saat bersanding dengan marapulai (pengantin pria). Sedangkan suntiang randah, digunakan untuk acara malam bainai oleh calon pengantin (anak daro) atau oleh pendamping pengantin wanita (biasa wanita yang baru menikah). Suntiang gadang, terdiri dari 7 – 11 tingkatan, sedangkan suntiang randah terdiri dari 3-5 tingkatan.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Malam Bainai (Malam Melekatkan Inai Pada Kuku Jari Pengantin Wanita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>