Los Lambuang : Nasi Kapau, Katupek Kapau, Cindua Langkok dan Ampiang Dadiah : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » kuliner » Los Lambuang : Nasi Kapau, Katupek Kapau, Cindua Langkok dan Ampiang Dadiah

Los Lambuang : Nasi Kapau, Katupek Kapau, Cindua Langkok dan Ampiang Dadiah

(1458 Views) November 23, 2014 6:00 pm | Published by | No comment



Lambuang berarti lambung. Los menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, berarti rumah besar panjang atau pasar. Los lambuang, rumah besar (pasar) untuk lambung. Area ini merupakan pusat makanan, bukan camilan, tapi makanan “berat”. Jenis makan yang dijual di los lambuang : nasi kapau, katupek kapau , cindua langkok, dan ampiang dadiah (Dadiah, Fermentasi Susu Kerbau Khas Bukittinggi) tidak ada yang lain. Penjual nasi kapau kira-kira 10-15 kios, penjual katupek kapau antara 10-15 kios, penjual cindua langko, dan ampiang dadiah kurang dari 5 kios. Dulu, los lambuang, pasar daging, tahun 80-an penjual daging dipindah ke pasar bawah

Ada 3 pintu masuk, menuju los lambuang. 1) dari depan (pasar lereng), (2) dari samping (dari arah pasar putih), (3) dari pintu belakang (dari arah pasar bawah). Pintu masuk dari pasar lereng lebih sering diakses dan memudahkan pengunjung yang pertama kali datang ke area ini. Dari arah samping, dan belakang los lambuang, tidak terlalu sering diakses, kecuali bagi pengunjung yang sudah mengetahui lokasi tersebut. Kios nasi kapau cukup besar, karena penjual berada di bagian tengah, makanan dan pembeli mengelilingi makanan yang ada di depannya. Jika pengunjung tak banyak, akan terdengar teriakan penjual menyuruh mampir.



los lambuang Bukittinggi

Saya mencoba dua kios nasi kapau yang berbeda. Menu favorit, gulai usus dan dendeng balado. Di kios pertama, gulai usus, rasa kunyit sangat tajam, mengalahkan rasa bumbu yang lain, yang saya suka, semua rasa bumbu imbang. Dendeng balado, tipis, garing, berasal dari dendeng yang sudah dikeringkan, dipotong-potong digoreng. Etek (tante) yang memilih gulai tunjang (kikil), mengatakan tunjangnya alot, butuh perjuangan ekstra untuk mengunyah sampai hancur. Setiap membeli gulai tunjang, pastikan tunjang sudah direbus sempurna, atau masih alot. Anda bisa menusuk tunjang dengan garpu, atas seizin penjual tentu.

Kios ke-dua, dengan menu sama, gulai ususnya enak, bumbunya terasa imbang. Dendeng balado, dibuat khusus, bukan berasal dari dendeng kering. Pembuatan dendeng ini membutuhkan waktu : daging diiris tipis, direbus, dipukul-pukul agar agak tipis, lalu digoreng. Bentuknya lebih tebal dan rasa lebih renyah, dibanding dendeng kering.

Harga nasi kapau berbeda-beda tergantung lauk yang kita pesan. Satu piring nasi dan satu lauk, Rp 25.000. Sedangkan, satu piring nasi dengan 2 lauk Rp 40.000-45.000. Om saya pernah bercerita dia, makan di warung yang sama dengan menu yang sama dengan harga yang berbeda. Perbedaannya antara Rp 5000-10.000. Bagaimana bisa? Daftar harga makanan tidak tersedia, begitu masuk kios nasi kapau, duduk, minta nasi dan jenis lauk yang diinginkan, makan, bayar. Pasrah saja, saat penjual menyebutkan angka yang perlu dibayar. Akan berbeda jika yang makan langganan, harga sama. Om saya dari Jakarta, liburan ke Bukittinggi, dan makan nasi kapau beberapa kali.

Artikel Terkait:

1. Jenis Menu Restoran Padang dan Nasi Kapau di Jakarta
2. Nagari Kapau Nagari Koto Gadang Nagari Balingka dan Makanan
3.Rumah Makan Samba Sebeng Nasi Kapau Ni Mes di Los Lambuang
4. Info Kuliner Sanduak Sendok dari Batok Kelapa
5.Beda Nasi Kapau dengan Nasi Padang



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Los Lambuang : Nasi Kapau, Katupek Kapau, Cindua Langkok dan Ampiang Dadiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>