Lokasi Pertunjukan Seni Minang Dulu : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » Lokasi Pertunjukan Seni Minang Dulu » Lokasi Pertunjukan Seni Minang Dulu

Lokasi Pertunjukan Seni Minang Dulu

(160 Views) Januari 27, 2019 8:11 am | Published by | No comment



Sekarang pertunjukan seni budaya Minang di Bukittinggi dilakukan di dua tempat, di ruang terbuka dan di dalam gedung. Di ruang terbuka diadakan di Kebun Binatang dan di Taman Panorama, ada amphitheater yang dinamakan Medan Nan Bapaneh. Sedangkan di dalam gedung dilakukan di gedung Lenggogeni, gedung tersebut terletak di dekat patung Pahlawan Tak Di Kenal. Gedung/bangunan itu menyatu dengan bangunan lain, dari luar terlihat seperti ruko.

Dulu Pertunjukan ; tari, silat, randai, saluang, rabab, talempong, pupuik batang padi, gandang, dilakukan di berbagai tempat, misal randai. Randai dilakukan di depan rumah gadang atau di dekat keramaian, misal pasar. Pertunjukan randai dilakukan di malam hari, dan waktu pertunjukan sangat lama bisa berjam-jam, karena menampilkan cerita, silat dan tari.

Tari piring merupakan tari persembahan untuk dewi padi, dan biasa dilakukan setelah panen di sawah. Begitu juga pertunjukan pupuk batang padi, pupuk batang padi dibuat dari batang padi pada saat panen, dimainkan di sawah atau di dangau (rumah tempat istirahat setelah bekerja di sawah).




musik talempong.

Saluang, nada saluang yang mendayu-dayu merupakan ungkapan perasaan sedih dan pilu, biasa dimainkan oleh laki-laki di ladang. Ladang yang jauh dari pemukiman penduduk, sepi, dan mereka menghabiskan waktu dengan meniup saluang dengan nada-nada rendah. Mereka memainkan saluang di malam hari, selepas bekerja di lading dan sebelum tidur.

Silat merupakan pertunjukan bela diri. Silat diajarkan di surau dan diwariskan secara turun menurun dari guru atau seorang yang dianggap lebih berilmu ke murid. Setelah menempuh masa dan ilmu tertentu, setiap murid harus mempertunjukan kemampuan silatnya. Mereka harus bertanding satu dengan yang lain dan disaksikan oleh murid-murida yang lain. Pertunjukan ini dilakukan di malam hari dan di depan surau.

Talempong dimainkan pada acara pernikahan, baralek datuak, dan acara yang menggambarkan kegembiraan. Pada acara pemilihan Bujang dan Gadih Bukittinggi, musik diacara tersebut menggunakan talempong dan band.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Lokasi Pertunjukan Seni Minang Dulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>