Lapau Ruang Komunikasi Laki-Laki Minang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Lapau Ruang Komunikasi Laki-Laki Minang » Lapau Ruang Komunikasi Laki-Laki Minang

Lapau Ruang Komunikasi Laki-Laki Minang

(898 Views) April 15, 2016 2:03 pm | Published by | No comment



Etek Yus (tante Yus) mengatakan bahwa, teh talua di lapau pasar bawah, dekat Surau, enak. Telur dan gula dikocok dengan ikatan lidi (tidak menggunakan mixer) dan disiram dengan teh panas. Saya ingin coba. Etek Yus mengatakan lontong sayur dan bubur kacang hijau enak, di lapau itu juga enak. Saya ingin coba juga. Pukul 14:00 WIB, saya dan etek sampai di lapau itu. Lapau terletak di dekat surau, kecil, dan sempit, terdapat dua meja dan masing-masing meja mempunyai bangku panjang yang saling berhadapan. Ada 4-5 orang laki-laki dewasa yang sedang minum kopi sambil merokok. Bila seorang bicara, yang lain diam mendengarkan. Laki-laki dewasa itu hanya memesan 1 gelas kopi.

Lapau Ruang Komunikasi Laki-Laki Minangdan lontong sayur saya terhidang, saya segera habiskan dan cepat-cepat pergi dari lapau itu. Tidak biasa seorang wanita makan di lapau. Jika mereka ingin membeli makanan di lapau itu. Makanan dibungkus untuk dibawa pulang. Lapau merupakan ruang bersosialisi untuk laki-laki. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrol satu dengan yang lain, ditemani kopi, teh, lontong sayur, kacang hijau, dan makanan kecil yang diletakkan di meja (bakwan, karupuak lado).




warung pisang panggang H.Zen Bukittinggi

 

Di dalam lapau sudah terdapat beberapa laki-laki yang memulai pembicaraan. Laki-laki yang datang, memesan kopi dan mendengar pembicaraan yang sedang terjadi. Ia mendengarkan, topik apa yang sedang dibicarakan. Jika tidak memahami pembicaraan tersebut ia hanya menjadi pendengar. Jika memahami topik pembicaraan ia dapat memberikan pendapat, bertanya, atau memberikan informasi tambahan. Orang yang terlibat dalam pembicaraan, bisa sependapat atau tidak, bisa saling kenal atau tidak. Lapau menjadi tempat bagi laki-laki Minang untuk bersilaturahmi, bercanda, berdiskusi, berbagi informasi, menjalin kerja sama bisnis, dan membicarakan masalah yang terjadi di dalam masyarakat, politik, bola, bisnis, apa saja.

Orang yang datang ke lapau selalu sama setiap hari, mereka langganan. Mereka datang pada waktu-waktu yang telah ditentukan, pagi sebelum berangkat kerja, siang saat istirahat, dan malam setelah bekerja. Pada malam hari pembicaraan lebih lama dengan berbagai topik dan orang yang turut dalam pembicaraan itu lebih banyak. Orang Minang memiliki budaya tutur, sehingga ada istilah paota (orang yang suka bicara), dan maota (berdiskusi).



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Lapau Ruang Komunikasi Laki-Laki Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>