Kios Penampungan di Pasar Atas Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Sarana kota » Kios Penampungan di Pasar Atas Bukittinggi » Kios Penampungan di Pasar Atas Bukittinggi

Kios Penampungan di Pasar Atas Bukittinggi

(235 Views) Januari 27, 2019 8:27 am | Published by | No comment



Pasar atas terbakar dan sebagian dari penjual di pasar atas, berdagang sementara di area parkir (pasar pabukoan pada saat Bulan Ramadhan). Seluruh area itu dibangun kios-kios kecil (kira-kira 1.5 x 2 meter). Kios atas sumbangan PT Semen Padang, Bank BNI dan lain sebagainya. Nama toko dan pemberi sumbangan tertera di bagian atas kios, walau sebagian kios tidak ada nama.

Saya belanja jilbab di salah satu kios. Kios itu kecil dan jumlah barang yang dijual disesuaikan dengan besar kios, tidak banyak barang yang dipajang. Tapi untuk jilbab ada banyak pilihan. Penjual kios mengatakan bahwa mereka memproduksi jilbab dan mukena. Letak kios agak di depan, cukup banyak pembeli yang belanja di kios tersebut.

Berbeda dengan kios yang terletak di bagian belakang, sebagian kios tutup, sebagian buka dengan jenis barang yang tidak terlalu banyak. Sebagian besar penjual mukena, jilbab, dan baju. Ada beberapa penjahit. Sedangkan penjual camilan khas Bukittinggi, berjualan di sisi paling kanan (masih di dalam area kios penampungan).




Tangga menuju toko di lantai 2, pasar atas.

Pada malam hari banyak penjual yang berjualan di depan toko di Jl. Minangkabau. Setelah toko di jalan itu tutup, mereka mengelar dagangannya di depan toko. Menurut penjual yang berdagang malam itu, mereka terpaksa berjualan malam, karena kios mereka terletak di bagian dalam, pembeli jarang masuk-masuk sampai ke dalam kios penampungan.

Saya ingin membeli jilbab syar’i yang malam sebelumnya sudah saya lihat dan tanya harganya, tapi ragu untuk membeli. Keesokan malamnya, saya cari di tempat yang sama, penjualnya tidak ada, mungkin tidak berjualan malam itu atau pindah di depan toko yang lain.

Penjual hanya berjualan malam hari pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, karena pada saat itu Bukittinggi ramai dengan wisatawan dari luar kota. Jika hari biasa, jarang penjual yang berjualan pada malam hari.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Kios Penampungan di Pasar Atas Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>