Kartu BRIZZI dan Objek Wisata di Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » opini » Kartu BRIZZI dan Objek Wisata di Bukittinggi » Kartu BRIZZI dan Objek Wisata di Bukittinggi

Kartu BRIZZI dan Objek Wisata di Bukittinggi

(61 Views) Juni 25, 2019 4:55 am | Published by | No comment



Saat saya kecil, salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu saat Lebaran adalah bermain ke kebun binatang. Kebun Binatang dan Benteng Ford De Kock belum terhubung dengan jembatan Limpapeh. Tahun 80-an.

Kenapa harus ke kebun binatang? Karena di kebun binatang areanya lebih luas dan banyak atraksi antara lain ; melihat dan memberi makan hewan dan naik buayan kaliang (seperti komedi putar). Sedangkan, di benteng Ford De Kock dan Panorama, kegiatannya hanya melihat pemandangan, tidak ada atraksi, dan masuk tidak membayar.

Setiap hari libur, kebun binatang merupakan salah satu tujuan wisata bagi pengunjung di luar Bukittinggi, terutama pengunjung dari nagari dan kota sekitar kota Bukittinggi. Mereka datang bersama keluarga besar. Objek wisata di Bukittinggi terbatas, sehingga selalu saja ke kebun binatang dan panorama.




Dari grup facebook kaba Bukittinggi saya mendapatkan informasi bahwa tahun ini pemerintah kota memberlakukan tiket masuk dengan menggunakan kartu BRIZZI, tidak menggunakan uang tunai seperti biasa. Banyak pengunjung yang protes. Alasannya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu, sehingga menyebabkan antri yang sangat panjang. Ada pengunjung yang tidak mengerti mengunakan kartu BRIZZI (pengunjung dari nagari/kampung) karena tidak pernah melakukan pembayaran menggunakan kartu. Sisa uang yang ada di dalam kartu tidak dapat dipergunakan, karena tidak banyak pelayanan di kota Bukittinggi yang menggunakan kartu sebagai alat bayar, berbeda dengan di Jakarta. Selain itu, pengunaan kartu emoney yang berlaku hanya kartu BRIZZI, yang dikeluarkan oleh BRI, tidak dapat menggunakan emoney dari bank lain, BCA, BNI, atau Bank Mandiri. Padahal tidak semua orang mempunyai emoney dari bank BRI.

Sebagian keluarga membatalkan kunjungan ke objek wisata itu karena antri yang terlalu lama, lebih dar 1 jam. Ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung dan merugikan pemerintah kota, karena ada pengunjung yang membatalkan masuk ke objek wisata. Padahal pada saat lebaran jumlah pengunjung meningkat tajam.

Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kota tidak terencana dengan baik, sehingga menimbulkan banyak masalah. Saya bandingkan dengan acara inacraft (pameran kerajinan tahunan), di Jakarta, tahun 2019 yang disponsori oleh Bank BNI sebagai sponsor utama. Pengunjung masuk dengan dua metode pembayaran; dengan uang tunai harga tanda masuk sebesar Rp. 35.000 dan menggunakan kartu emoney yang dikeluarkan Bank BNI, tapcash BNI, hanya membayar Rp. 25.000. Pengguna kartu emoney BNI membayar lebih murah Rp. 10.000 dibandingkan membayar dengan uang tunai.




pintu gerbang kebun binatang Bukittinggi.

Saya memilih membayar dengan emoney Bank BNI, karena mempunyai kartu tersebut. Sebagian pengunjung yang lain memilih membayar tunai, sehingga kedua tipe pengunjung yang membayar dengan cara yang berbeda tetap terlayani dengan baik.

Keuntungan membayar menggunakan emoney BNI, lebih murah Rp.10.000 dan pelayanan cepat. Selain itu, counter dan pintu masuk banyak dari berbagai sudut, tidak menumpuk di satu atau dua pintu masuk saja. Saya datang pukul 11:00 WIB hari Sabtu, pintu masuk tidak antri, padahal di dalam bangunan sesak oleh pengunjung.

Objek wisata yang menggunakan kartu BRIZZI sebagai alat bayar untuk objek wisata di kota Bukittinggi seharusnya mempermudah pengunjung, tidak sebaliknya. Mereka bisa langsung “tap” kartu dan masuk ke objek wisata, lebih cepat.

Tapi pada kenyataannya, pengunjung dua kali antri, pertama membeli kartu BRIZZI, ke dua “tap” kartu. Jika mengunakan pembayaran dengan dua metode ; dengan uang tunai dan kartu BRIZZI, pengunjung mempunyai pilihan. Apakah mereka akan membayar dengan kartu BRIZZI atau uang tunai? Kedua pilihan itu mempunyai konsekwensi masing-masing.

Jika pemerintah kota ingin berinovasi dalam metode pembayaran mengunakan emoney, seyogyanya dapat mengakomoasi pembayaran dari semua kartu emoney yang ada, tidak hanya salah satu kartu yang diterbitkan BRI.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Kartu BRIZZI dan Objek Wisata di Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>