Jalan Pagi ke Jam Gadang, Panorama, Benteng, Setelah Subuh di Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » wisata » Tujuan wisata » Jalan Pagi » Jalan Pagi ke Jam Gadang, Panorama, Benteng, Setelah Subuh di Bukittinggi

Jalan Pagi ke Jam Gadang, Panorama, Benteng, Setelah Subuh di Bukittinggi

(954 Views) November 27, 2014 10:21 pm | Published by | No comment



Jika Anda menginap di Bukittinggi, jangan habiskan waktu, setelah salat Subuh dengan tidur. Udara Bukittinggi yang segar dan pemandangan alam pagi yang indah sayang dilewatkan di kamar hotel. Saya sarankan, berjalan kaki ke jam gadang.

Pemandangan di sekitar jam gadang sangat indah, Anda bisa menikmati jam gadang yang masih lenggang dan bebas mengambil foto di area ini. Setiap pagi, petugas kebersihan dari Dinas Pertamanan Bukittinggi akan membersihkan sampah yang ada di jam gadang, biasanya sebelum pukul 6:00-6:30 WIB, pekerjaan mereka sudah selesai. Ada acara senam, di depan jam gadang, antara pukul 6:00 WIB-7:00 WIB, Anda bisa ikut senam, terbuka untuk umum. Jika ingin sekedar berjalan-jalan atau duduk di taman jam gadang juga bisa, perhatikan tempat duduknya, sebagian kotor (bekas makanan yang belum dibersihkan), dan sebagian ada genangan air hujan. Kalau hari Sabtu Minggu Liburan dan masa Lebaran, ada pedagang kaki lima yang mengelar dagangannya. Beberapa di antara mereka tidur di dekat itu, jadi pagi hari sudah siap mengelar dagangan.




Plaza jam gadang

Setelah puas di jam gadang, jalan pelan-pelan ke arah Jl. Minangkabau, menuju janjang 40. Dari atas janjang, pemandangan lepas ke arah, gunung, dan keindahan kota di waktu pagi, dan kesibukan pasar pagi di halaman pasar banto.

Dari atas janjang 40, Anda bisa balik ke arah jam gadang dan terus ke benteng. Atau Ada jalan lain yang bisa dicoba. Jalan ke arah kebun binatang, di sebelah kiri (sebelum sampai kebun binatang) ada tangga pesanggrahan (tangga kampung cina), tidak ada papan penunjuk ke arah tangga pesanggrahan, tapi mudah dicari. Terus naik melewati Mesjid Nurul Haq (jangan belok kiri ke arah hotel The Hill) begitu ketemu perempatan belok ke kanan, itu menuju benteng. Jalan menuju ke benteng masih sepi, sebaiknya berdua atau bertiga. Di benteng biasanya sudah ada beberapa orang yang olah raga, atau lari pagi mengelilingi tempat itu.

Dari benteng kalau ingin ke panorama, bisa, jika masih ada tenaga. Bisa langsung turun ke arah RSU Achmad Muctar, atau balik ke perempatan (kampung cina, benteng, Jl. Yos Sudarso). Dari benteng belok ke kanan (ke kiri kampung cina), ketemu perempatan lagi, belok kiri, telusuri jalan, sampai di panorama.
Di panorama, cari pintu masuk yang sudah buka, biasanya ada satu dua pintu yang sudah buka di pagi hari, untuk para pedagang yang berjualan di dalam lokasi. Tidak perlu membayar, karena penjaga loket juga belum ada. Di panorama, pedagang cendera mata dan makanan sudah mulai ramai, terutama pada saat liburan. Jika hari biasa, hanya beberapa yang buka, karena sebagian pedagang, bermukim di sekitar itu.

ngarai sianok dari panorama.
Mengelilingi ke-3 tempat itu bisa menghabiskan waktu 2-3 jam tergantung lama atau tidak di suatu tempat.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Jalan Pagi ke Jam Gadang, Panorama, Benteng, Setelah Subuh di Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>