Info Kuliner : Lemang Tape : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » kuliner » Info Kuliner : Lemang Tape » Info Kuliner : Lemang Tape

Info Kuliner : Lemang Tape

(650 Views) Juli 31, 2017 1:35 am | Published by | No comment



Lemang tape atau orang Minang menyebut dengan lamang tapai terdiri dari dua makanan lemang dan tape. Lemang terbuat dari beras ketan yang telah diberi santan dan dimasak di dalam bambu. Sebelum dimasukkan ke dalam bambu, bambu dilapisi dengan daun pisang yang sudah disangrai.

Di Bukittinggi, pada hari biasa lemang tape dapat ditemukan di Picai Sikai, di Panorama. Selain menjual pecel, warung ini juga menjual lemang tape. Satu porsi lemang tape, berisi dua iris lemang yang berukuran 1.5 cm dan diameter 6 cm, kemudian disiram dengan tape. Tape terbuat dari ketan hitam yang difermentasi, sehingga rasanya manis.

Lemang tape, bukan jajanan yang mudah ditemukan pada hari biasa di Bukittinggi. Pada hari Rabu dan Sabtu, lemang tape dapat dibeli di pasar bawah. Pembeli dapat membeli lemang saja atau, lemang dan tape. Lemang dijual dalam ukuran tertentu sesuai keinginan pembeli, misal ukuran panjang 6 cm, berharga Rp. 5.000.

Lemang lebih tahan lama dibanding tape, sehingga sebagian penjual hanya menjual lemang saja, terutama pada bulan puasa. Lemang dapat dimakan dengan durian dan kolak pisang. Sedangkan tape semakin lama, kandungan alkohol di dalamnya semakin tinggi, sehingga jenis makanan ini jarang dijual pada hari biasa, karena harus segera habis.



lemang tape.

Lemang dimasak dengan menggunakan api kecil. Bambu-bambu dengan ukuran 6-8 cm yang telah berisi beras ketan dan santan dimasak secara hati-hati, dan secara teratur diputar-putar, agar beras ketan di dalam bambu masak merata. Saudara saya pernah bercerita, di Nagari Gaduik, tiga hari sebelum lebaran, beberapa orang warga membuat lemang. Mereka berkumpul di salah satu kebun, membuat tungku kecil untuk memasak lemang. Setiap orang mempunyai tugas dan jadual masing-masing untuk menjaga dan memutar lemang secara hati-hati, serta menjaga api agar tetap menyala dan stabil (tidak terlalu besar/kecil), karena waktu memasak lemang bisa menghabiskan waktu dari pagi sampai sore.

Walau sudah menghabiskan waktu memasak yang lama, terkadang hasil lemang tidak sesuai yang diharapkan, misal sebagian lemang tidak matang atau keras. Lemang yang keras berarti terlalu sering mendapatkan panas api, sedangkan lemang yang tidak matang terletak di bagian atas, yang jauh dari api. Lemang yang baik, jika masak merata dan jika ditekan terasa lunak.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Info Kuliner : Lemang Tape

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>