Ikatan Keluarga Minang di Perantauan : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Ikatan Keluarga Minang di Perantauan » Ikatan Keluarga Minang di Perantauan

Ikatan Keluarga Minang di Perantauan

(1378 Views) Januari 21, 2017 2:36 am | Published by | No comment



Orang Minang yang ada di perantauan selalu menjaga komunikasi dan hubungan dengan sanak keluarga di kampung.Mereka selalu mendapatkan kabar dari kampung dan memberi atau menolong, pada saat dibutuhkan. Selain menjaga hubungan dengan kampung, orang Minang yang ada di perantauan membangun hubungan dan menguatkan ikatan kekeluargaan di antara mereka. Mereka membangun hubungan berdasarkan se-nagari asal, se-kabupaten, atau ikatan yang lebih besar, ikatan keluarga Minang atau Sumatera Barat.

Mereka berkumpul secara teratur setiap dua minggu atau sebulan sekali. Salah satu contoh Ikatan Keluarga Balingka (IKB), Jakarta. Ikatan keluarga Balingka, Jakarta, merupakan perkumpulan orang yang berasal dari Nagari Balingka yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Mereka mempunyai pengurus yang dipilih secara reguler. Pengurus membuat acara/kegiatan tahunan. Kegiatan rutin antara lain; mengadakan pengajian setiap dua minggu sekali di balairung Balingka, di daerah Tanah Abang. Balairung, merupakan rumah yang dibeli oleh perantau Balingka di Jakarta, yang ditujukan untuk mengakomodasi semua kegiatan yang berhubungan dengan IKB, dan menjadi rumah singgah bagi anak muda Balingka yang baru datang merantau ke Jakarta.

Selain berdasarkan Nagari, orang Minang mempunyai ikatan berdasarkan kabupaten dan Ikatan keluarga Minang. Ikatan keluarga Minang, merupakan perkumpulan semua warga Minang yang ada pada satu kota, misal Jakarta, Bandung, Yogyakarta.

Setiap tahun Ikatan Keluarga Minang (dari setiap kota) mengadakan acara halal bi halal. Untuk Jakarta dan Yogyakarta yang jumlah perantau Minang cukup banyak, panitia mengundang gubernur, walikota dan bupati. Ini salah satu cara membangun ikatan dengan kampung.Tahun 2015 Ikatan Keluarga Minang Yogyakarta mengundang Bupati Agam untuk hadir pada acara halal bi halal. Setiap tahun pemimpin yang diundang berbeda-beda.

Pada saat halal bi halal kecintaan mereka pada budaya, kuliner dan adat istiadat jelas terlihat, ruangan didekorasi dengan ornamen Minang. Penyambutan tamu dilakukan dengan meriah, seperti penyambutan tamu yang biasa dilakukan secara adat Minang; ada tari pasambahan dan siriah di dalam carano yang diberikan ke tamu undangan, pertunjukan tari dan lagu-lagu Minang.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Ikatan Keluarga Minang di Perantauan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>