Dadiah, Fermentasi Susu Kerbau Khas Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » kuliner » Dadiah » Dadiah, Fermentasi Susu Kerbau Khas Bukittinggi

Dadiah, Fermentasi Susu Kerbau Khas Bukittinggi

(1887 Views) Agustus 26, 2015 5:25 pm | Published by | No comment



Dadiah merupakan makanan yang terbuat dari fermentasi susu yang terjadi secara alami, menggunakan susu kerbau, mirip yoghurt. Yoghurt dibuat melalui proses fermentasi bakteri dengan menggunakan susu sapi atau kedelai.Yoghurt berbentuk cair dan tidak akan mengeras dalam waktu beberapa hari. Dadiah tidak menggunakan bakteri dalam proses fermentasi. Susu kerbau disaring dan dimasukkan dalam wadah bambu (ruas bambu), ditutup dengan daun pisang. Susu kerbau akan mengeras secara alami, yang disebut dadiah. Semakin lama, dadiah semakin keras.

Dadiah yang siap dijual berusia 2 hari dan siap digunakan untuk makanan. Jika, berusia 1 hari, masih terlalu lembut dan sebagian susu belum mengental sempurna. Lebih dari 4 hari, dadiah akan mengental dan padat. Untuk memperlambat fermentasi, dadiah dapat dimasukkan ke dalam kulkas.

Dadiah dapat dibeli di Pasar Atas Ngarai tiap Rabu dan Sabtu, ada satu orang yang menjual dadiah di Pasar Atas Ngarai. Harga dadiah tergantung ukuran tinggi dan diameter ruas bambu. Ada dua ukuran yang besar dan kecil, ukuran tinggi antara 20-30 cm, dan diameter 5-8 cm. Isi dadiah dalam tiap ruas bambu tidak banyak, hanya satu mangkok kecil.




dadiah dalam bambu

Selain, di Pasar Atas Ngarai, dadiah dapat ditemukan di belakang Pasar Atas, tempat penjual oleh-oleh khas Bukittinggi. Penjual dadiah tidak banyak. Jika tidak terjual dalam beberapa hari dadiah akan mengeras dan retak. Pembeli membeli dadiah dalam jumlah terbatas, sesuai kebutuhan konsumsi.

Bermacam cara penyajian dadiah, dalam kondisi segar (dadiah yang berusia 2 hari) dapat dikonsumsi tanpa bahan tambahan (langsung dimakan). Biasanya dadiah disajikan dengan cara menambahkan irisan bawang merah dan dimakan dengan nasi. Ampiang dadiah, merupakan menu makanan yang terkenal di Bukittinggi. Dadiah dicampur dengan ampiang dan ditambah dengan gula merah. Ampiang dadiah dapat ditemukan di los lambuang, tempat penjual cindua langkok. Atau di warung/rumah makan tertentu yang menjual makanan ringan dan kopi (misalnya Soto H. Minah). Ampiang dadiah cocok disantap sore hari.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Dadiah, Fermentasi Susu Kerbau Khas Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>