Cetakan Kue Sapik : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » kuliner » Cetakan Kue Sapik » Cetakan Kue Sapik

Cetakan Kue Sapik

(724 Views) Januari 31, 2018 12:06 am | Published by | No comment



Tahun 80-an, setiap bulan puasa, mama selalu bikin kue sapik untuk kue lebaran. Waktu itu belum banyak yang menjual kue kering untuk sajian Lebaran. Jadi semua kue kering dibuat sendiri, salah satunya kue sapik. Kue sapik terbuat dari tepung beras, santan kental, gula putih, dan ditambah sedikit durian, jika musim. Semua adonan diaduk rata, setelah itu satu sendok adonan dimasukkan ke dalam cetakan, dijepit, tunggu beberapa saat, kemudian cetakan dibalik, agar sisi atas adonan matang secara sempurna. Setelah coklat, kue sapik dikeluarkan dari cetakan dengan mencungkil sedikit bagian sudut dengan pisau, lalu dengan tangan kue sapik yang sudah matang ditarik dari cetakan dan segera dilipat atau digulung. Mama lebih suka menggulung kue sapik. Kue sapik yang dilepas dari cetakan harus segera dilipat atau digulung sebelum dingin. Jika sudah dingin, kue akan patah pada saat dilipat atau digulung.




Cetakan kue sapik yang digunakan kembali atau baru dibeli, sebelum digunakan harus dipanaskan terlebih dahulu dan diberi minyak sayur. Biasanya, 2-3 kali adonan pertama, adonan masih lengket ke cetakan. Tapi, setelah itu adonan masak sempurna dan tidak lengket. Sebelum adonan dimasukkan ke dalam cetakan, pulas cetakan dengan minyak sayur.

Cetakan kue sapik masih dijual di pasar Lereng Bukittinggi. Cetakan itu cukup berat, dan di bagian dalam cetakan terdapat motif kue sapik. Cetakan terbuat dari besi dan bagian ganggang (tempat pegangan) dari kayu. Ukuran cetakan kira-kira 20 cm x 20 cm. Cetakan ini digunakan di atas kompor minyak atau di atas kompor gas.

Saat ini sudah cetakan kue sapik dari listrik. Saudara sepupu yang menjual kue sapik (khusus pesanan) menggunakan cetakan kue sapik listrik. Ukurannya lebih kecil kira-kira 15 cm x 15 cm. Memasak kue sapik dengan cetakan listrik lebih cepat matang, tapi harus hati-hati pada saat mengambil kue sapik dari dalam cetakan, karena kue yang matang lebih panas dibanding cetakan dari besi.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Cetakan Kue Sapik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>