Bukittinggi Sebagai Pusat Wisata di Sumatera Barat : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » opini » Bukittinggi Sebagai Pusat Wisata di Sumatera Barat » Bukittinggi Sebagai Pusat Wisata di Sumatera Barat

Bukittinggi Sebagai Pusat Wisata di Sumatera Barat

(496 Views) September 26, 2017 8:42 am | Published by | No comment



Saya bertemu dengan Firdaus, pemandu wisata di Panorama. Ia memandu wisatawan yang berkunjung ke panorama, menjelaskan tentang ngarai sianok dan lubang Jepang. Jika wisatawan menginginkan berwisata ke objek wisata yang ada di Sumatera Barat, ia akan membuatkan paket wisata. Paket wisata selama 5 hari, dibagi menjadi 3 hari di Bukittinggi dan sekitarnya, 2 hari di daerah Padang. Paket wisata 3 hari, 2 hari di Bukittinggi dan 1 hari di Padang. Kenapa perjalanan wisata di Bukitinggi lebih lama dibandingkan di Padang? Menurut Firdaus, objek wisata di daerah Bukittinggi lebih banyak dan beragam. Beragam berarti wisatawan dapat menikmati objek wisata yang berbeda-beda antara lain ; wisata alam, pendidikan, kuliner, budaya, dan sejarah. Sedangkan objek wisata di Padang dan sekitarnya, lebih banyak wisata pantai.

jam gadang waktu senja.

Wisata alam antara lain ; ngarai sianok, Harau (60 menit dari Bukittinggi), Danau Maninjau, dan puncak lawang. Wisata budaya antara lain ; Istana Pagaruyuang, Istana si Linduang Bulan, Batu batikam, Batu basurek, desa tua Pariangan, dan Museum Bustanul Arifin di Padang panjang. Wisata sejarah antara lain ; Rumah Kelahiran Bung Hatta, Benteng Ford de Kock, Jam Gadang. Wisata kuliner, Bukittinggi terkenal dengan nasi kapau yang terletak di los lambuang, selain itu Bukittinggi merupakan pusat makanan khas dari nagari di sekitar Bukittinggi (karupuak jangek, bilih, rinuak, kue sangko, karupuak sanjai, dan masih banyak lagi).




Saya melakukan perjalanan wisata selama 2 hari dari Bukittinggi. Hari Pertama ke Koto gadang, Harau, dan Istano Basa Pagaruyuang. Sedangkan hari ke-2, Desa Tua Pariangan, Museum Bustanul Arifin, dan Museum Taufik Ismail di Padang Panjang. Paket tour 3-4 hari tidak cukup mengunjungi objek wisata di Bukittinggi dan sekitarnya.
Menurut data BPS Sumbar, Februari 2015 tingkat hunian hotel tertinggi berada di Bukittinggi sebesar 44,73 persen dan Kota Padang sebesar 39,08 persen, dengan rata-rata menginap selama 1,39 hari. Jumlah hotel di Bukittinggi Tahun 2015 sebanyak 66 hotel, sedangkan di Padang 88 hotel (BPS tahun 2016).

Safitri
Arsitek lansekap (Landscape Architect) dan Perencana Kota (Urban Planner)



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Bukittinggi Sebagai Pusat Wisata di Sumatera Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>