Bubua Samba Sianok di Bungkus Daun Pisang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Bubua Samba Sianok di Bungkus Daun Pisang » Bubua Samba Sianok di Bungkus Daun Pisang

Bubua Samba Sianok di Bungkus Daun Pisang

(1015 Views) Juni 18, 2017 1:44 am | Published by | No comment



Setiap ke Pasar Ateh Ngarai, saya selalu sempatkan beli kue mangkuak (mangkuk). Kue berwarna coklat, dari tepung beras dan di bagian pinggirnya terdapat santan kental berwarna putih. Kue akan dilepaskan dari cetakan, kalau ada pembeli. Di samping kue mangkuk ada bungkus pisang agak besar, penjual mengatakan itu bubua samba Sianok. Bubua samba nama makanan. Sianok merupakan nama Nagari. Jadi, pembuat bubua samba itu berasal dari Nagari Sianok.

Saya coba membeli satu bungkus dan makan di rumah. Penjual di pinggir jalan itu menjual makanan untuk dibawa pulang, tidak untuk makan di tempat, sehingga mereka tidak menyediakan kursi. Harap maklum. Pasar Ateh Ngarai hanya buka dari pukul 6:30 WIB-10:00 WIB, sehingga banyak penjual makanan yang hanya menaruh barang di lantai, di dalam keranjang plasti, beralas terpal/kain.




Bubua Samba Sianok hampir sama dengan bubua samba yang lain. Ada perbedaan antara bubua samba dengan ketupat. Bubua samba dibuat dengan cara : beras dimasak dengan api kecil dengan ukuran 1 (beras) : 4 (air), dan ditambah sedikit pengeras (sadah). Setelah masak, diletakkan di dalam wadah datar dan diiris setebal 2 cm. Sedangkan, ketupat, beras dimasukkan ke dalam bungkus ketupat dan direbus selama 8 jam.

Bubua Samba Sianok menjadi istimewa karena dibungkus dengan daun pisang, sehingga wangi daun masuk ke bubua samba dan gulai yang ada di dalamnya. Apakah air gulai tidak menetes dari daun? Bubua samba Sianok dibungkus dengan dua lembar daun pisang, sehingga kuah gulai tidak menetes ke luar. Kuah gulai menggunakan sayur buncis, nangka, dan lobak singgalang. Kata etek (tante), itu disebut gulai Kapau. Gulai dengan banyak sayuran di dalamnya, merupakan gulai khas Kapau (Nagari Kapau yang terkenal dengan nasi kapau).

bubua samba sianok di pasar ateh ngarai.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bubua samba ini harus segera dimakan setelah dibeli, agar tidak basi, karena bubua samba dan gulai (kuah) sudah dicampur. Jika dipisah, bubua samba dan gulai dapat dimasukkan ke dalam kulkas dan dipanaskan kembali. Harga bubua samba Rp 6.000 lebih mahal Rp.1.000 dibanding dengan bubua samba yang dijual di warung.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Bubua Samba Sianok di Bungkus Daun Pisang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>