Berburu Babi Hobi Laki-Laki di Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Berburu Babi » Berburu Babi Hobi Laki-Laki di Bukittinggi

Berburu Babi Hobi Laki-Laki di Bukittinggi

(2692 Views) Juni 5, 2015 6:57 pm | Published by | No comment



Di Bukittinggi, saya punya tetangga yang memelihara anjing. Anjingnya besar dan kuat. Tiap pagi, setelah salat subuh, ia mengajak dua anjingnya berkeliling kota, kira-kira 1 jam. Jika berpapasan dengan kedua anjing itu, saya memilih menghindar, anjing itu terlihat agresif.

Kalau jalan-jalan ke pasar lereng atau ke pasar atas, ada toko yang menjual perlengkapan anjing : kalung, tali penarik anjing, dan perlengkapan lain yang saya tidak tahu fungsinya.

Tidak semua warga Bukittinggi, memelihara anjing. Jika ada warga yang memelihara anjing, bisa dipastikan anjing itu digunakan untuk berburu babi. Berburu babi merupakan tradisi lama yang dilakukan oleh laki-laki di Bukittinggi. Tiap hari Minggu, mereka berkumpul di lokasi yang telah ditentukan, lalu bersama-sama pergi ke perkebunan/hutan untuk berburu babi.




Awalnya kegiatan berburu babi untuk membasmi serangan babi di perkebunan penduduk. Tapi setelah itu, berburu babi menjadi hobi dan tradisi turun temurun. Berburu babi tidak menggunakan senjata, hanya mengandalkan anjing kampung yang terlatih. Semua pemburu dan anjingnya berkumpul di suatu tempat, setelah merasa siap, seorang pemimpin memberikan arahan menuju lokasi yang diperkirakan terdapat babi, semua pemburu dan anjing mengepung lokasi tersebut. Jika terdengar suara salak anjing bersahut-sahutan dan pekik babi, itu berarti, ada babi yang terkepung anjing dan terjadi pergumulan antara seekor babi dengan 15-20 anjing, sampai seorang pemburu menikam babi dengan tombak.

Setelah itu pemburu melepaskan gigitan anjing pada babi yang sudah tidak bergerak. Babi dimasukkan ke dalam karung, lalu diberikan (atau dijual) pada warga non muslim yang ikut perburuan itu, untuk dikonsumsi. Jika tidak ada mereka, daging babi akan ditinggalkan begitu saja di tengah hutan, karena orang-orang Minang tidak makan babi. Bangkai babi dapat menimbulkan bau, dan penyakit, karena lokasi perburuan sebagian besar terletak di perkebunan dan dekat perumahan penduduk.

Setiap pemburu merawat anjingnya dengan baik, anjing yang cekatan dan terampil akan mendapat harga yang tinggi, mereka (sesama pemburu) tidak memperjualbelikan anjing, tapi ditukar dengan barang tertentu.

pemburu babi hutan sedang bersiap-siap menuju ladang perburuan babi hutan.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Berburu Babi Hobi Laki-Laki di Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>