Bentuk dan Denah Rumah Gadang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » arsitektur » rumah gadang » Bentuk dan Denah Rumah Gadang » Bentuk dan Denah Rumah Gadang

Bentuk dan Denah Rumah Gadang

(2355 Views) Februari 19, 2016 1:45 am | Published by | No comment



Bentuk dan pola ruang di rumah gadang dipengaruhi oleh kegiatan yang dilaksanakan di dalam rumah tersebut. Rumah gadang diperuntukan bagi kaum wanita. Wanita yang sudah menikah, wanita yang sudah lanjut usia, dan anak-anak, serta wanita remaja disatukan dalam satu kamar. Sedangkan laki-laki tidur di surau.

Untuk fungsi sosial, rumah gadang digunakan untuk pernikahan (pengantin ditempatkan di anjuang-bagian ujung rumah gadang) dan rapat dan musyawarah ninik mamak, cerdik pandai, dan bundo kanduang, untuk kemaslahatan kaum (pasukuan).

Bentuk dasar rumah gadang segiempat tapi tidak simetris. Rumah gadang dilihat dari depan, sedikit miring, karena karena tonggak bagian luarnya tidak lurus. Ini menyebabkan rumah gadang menjadi lebih besar bagian atas dibanding bagian bawah.

Rumah gadang merupakan rumah panggung, kira-kira 2 meter tingginya dari tanah. Di bagian bawah rumah (kolong) dijadikan tempat memelihara ayam.




Atap

Atap rumah gadang disebut gonjong, sangat dominan, melengkung seperti tanduk kerbau dan runcing di bagian ujung. Selain menyerupai tanduk kerbau, atap ini seperti susunan daun sirih di dalam carano. Material atap rumah gadang menggunakan ijuk.

Antara lantai rumah dengan atap terdapat langit-langit, orang Minang menyebut “pagu”. Pagu tempat menyimpan barang yang jarang digunakan.

Ruang di dalam rumah rumah gadang

Dalam salah satu lirik lagu Minangkabau, terdapat lirik “rumah gadang nan sambilan ruang”, maksud dari sambilan (sembilan) ruang, adalah sembilan kamar.

Tidak semua rumah gadang terdiri dari 9 kamar, tergantung besar-kecil rumah gadang. Ada rumah gadang yang terdiri dari 5, 7, 9, 11 ruang. Di depan kamar terdapat ruang untuk semua kegiatan adat.

Setiap rumah gadang terdiri dari 4 lanjar. Lanjar yang paling belakang digunakan untuk kamar (bilik). Sedangkan 3 lanjar di depannya merupakan ruang besar yang tidak bersekat. Ini yang digunakan untuk kegiatan adat.

Lebar atau panjang antar tiang antara 2.5 m- 4 m. Lajur pertama bagian muka dinamakan Bandue tapi. Jalur kedua dinamakan Labueh gajah. Jalur ketiga dinamakan labueh tangah. Lajur ke empat kamar (bilik). Pembagian ruang menggunakan sistim grid, sangat sederhana.

Anjuang (bagian yang ditinggikan) terletak di bagian ujung rumah gadang, digunakan untuk tempat pengantin pada saat pernikahan, terdiri dari 2 sampai 3 tingkat lebih tinggi dari lantai rumah gadang.

rumah gadang di kebun binatang Bukittinggi



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Bentuk dan Denah Rumah Gadang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>