Benteng Ford De Kock Tahun 1970-80 an : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » wisata » Tujuan wisata » Benteng Ford De Kock Tahun 1970-80 an » Benteng Ford De Kock Tahun 1970-80 an

Benteng Ford De Kock Tahun 1970-80 an

(563 Views) Juni 11, 2017 4:03 am | Published by | No comment




Saya menemukan foto masa kecil, kira-kira tahun 1976, jalan-jalan di Benteng Ford De Kock. Bagaimana kondisi benteng Ford De Kock tahun 1970-80 an? Dari foto terlihat pemandangan yang langsung mengarah ke pemukiman yang ada di bawahnya. Belum banyak pohon tinggi yang menghalangi pandangan. Area benteng Ford De Kock merupakan bukit yang tinggi di Bukittinggi, hampir sama tinggi dengan bukit di Kebun Binatang.

benteng ford de kock tahun 1970.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bangunan tangki air Bukittinggi dan meriam sudah ada sejak dulu. Jalur setapak dibuat mengelilingi area benteng. Jembatan kecil yang menghubungkan dua kontur tanah yang tinggi masih sama. Dulu, jembatan itu terbuat dari kayu, sederhana, tapi sekarang dibuat permanen, dari beton agar lebih kuat, untuk menampung pengunjung yang semakin banyak.

Tidak ada gazebo untuk tempat duduk-duduk, hanya ada bangku dari kayu untuk istirahat atau melihat pemandangan yang ada di bawahnya.

Dari dulu, Benteng sudah menjadi tujuan wisata atau tempat bermain, selain Panorama dan Ngarai Sianok. Semakin hari, semakin banyak orang ke Benteng, muncul penjual rujak, penjual bakso, dan penjual makanan/minuman. Saya masih ingat, kurang dari 10 penjual, tidak banyak. Mereka berjualan siang sampai sore hari. Saya suka beli rujak di sana.




Pada pagi hari, Benteng menjadi tempat olah raga. Beberapa orang melakukan olah raga senam di pelataran bangunan tangki air, sedangkan yang lain berlari-lari mengelilingi area benteng, melalui jalur setapak.

Tahun 80-an akhir, Pemerintah Kota Bukittinggi, mulai memungut retribusi bagi pengunjung. Mereka membuat pagar di sekeliling Benteng dan membuat pintu masuk utama. Ada beberapa jalan setapak menuju benteng. Jalan setapak ini termasuk yang dipagar, sehingga akses pengunjung hanya dari pintu utama. Pada saat itu, belum dibangun loket karcis, hanya ada seorang petugas yang duduk dekat pintu masuk utama, menerima pembayaran dan memberikan karcis masuk.

Walau pemerintah kota sudah memungut retribusi, akan tetapi pada pagi hari, pintu masuk utama Benteng masih dibuka untuk umum (bagi yang olah raga) dan tidak membayar. Pengunjung bisa masuk, karena pintu tidak dikunci.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Benteng Ford De Kock Tahun 1970-80 an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>