Benteng Ford De Kock, Meriam, dan Reservoir Kota Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » wisata » Tujuan wisata » Ford De Kock » Benteng Ford De Kock, Meriam, dan Reservoir Kota Bukittinggi

Benteng Ford De Kock, Meriam, dan Reservoir Kota Bukittinggi

(653 Views) November 30, 2014 12:07 pm | Published by | No comment



Benteng ford de Kock, dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mempertahankan kota dari serangan musuh. Kawasan ini terletak di area yang paling tinggi di kota Bukittinggi, berada di dekat pusat kota. Tahun 1825, Kapten Bouer mendirikan benteng, pada masa Baron Hendrik Merkus de Kock menjadi Komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda, karena itu benteng bernama “Ford de Kock”.

benteng ford de kock bangunan yang terdapat di bagian tengah benteng ford de kock-bangunan air

 

 

 

 

 

 

 

 

Kita akan menemukan meriam di beberapa sudut, yang mengarah ke kota yang ada di bawahnya. Selain meriam, terdapat penampung air untuk kota Bukittinggi. Penampungan air yang dibangun sejak pemerintahan Hindia Belanda. Di benteng area, lahan berkontur naik turun. Terdapat jembatan kecil menghubungkan area satu dengan yang lain dan dikelilingi oleh jalur setapak, sehingga kita bisa mengelilingi kawasan benteng , dengan berjalan.

Pagi-pagi setelah subuh, terdengar suara anak membaca al Quran dari pengeras suara. Mereka membaca al Quran, di surau-surau yang ada di kawasan sekitar benteng (Jalur Jalan Dari Jam Gadang ke Benteng Ford de Kock). Pagi hari, Benteng menjadi tempat olah raga, seperti lari pagi, karena udara segar dan sepi.

Menjelang siang, penjual makanan mulai berdatangan. Dulu, tidak banyak pedagang makanan, hanya ada penjual bakso dan rujak, kira-kira 5-7 penjual, Penjual rujak di benteng dan di panorama (mak san), ada hubungan saudara. Penjual rujak, tidak banyak di Bukittinggi.




Tahun 1988, pemerintah kota menetapkan restribusi di kawasan ini, sebelumnya, siapa saja bisa datang ke benteng tanpa membayar, tidak ada pagar pintu masuk. Sekarang, pengunjung dari benteng dapat ke kebun binatang melalui jembatan limpapeh, tidak perlu jalan memutar. Terkoneksinya kedua tujuan wisata itu, menyebabkan sebagian koleksi binatang, juga diletakkan di benteng ford de kock, misalnya burung dan kuda.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Benteng Ford De Kock, Meriam, dan Reservoir Kota Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>