Batu Lado Ulekan Khas Minang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Batu Lado Ulekan Khas Minang » Batu Lado Ulekan Khas Minang

Batu Lado Ulekan Khas Minang

(2049 Views) Maret 1, 2017 11:40 pm | Published by | No comment



Kami mempunyai 3 ukuran batu lado di rumah, diameter 15 cm, diameter 30 cm, dan diameter 50 cm. Kenapa begitu banyak batu lado di rumah? Penggunaan batu lado disesuaikan dengan kebutuhan, jika menggiling cabe sedikit, gunakan batu lado berukuran kecil.

Batu lado merupakan alat menggiling cabe khas Minang. Setiap rumah tangga orang Minang, biasanya tersedia batu lado. Walau sekali-kali mereka menggiling cabe menggunakan blender dengan alasan praktis. Batu lado digunakan untuk menggiling cabe untuk masakan balado, misal sambalado, dendeng balado, dan karupuak balado. Ada mitos, masakan yang menggunakan cabe dari hasil gilingan batu lado lebih enak, dibanding cabe dari gilingan blender.




batu lado ukuran besar kira-kira diameter 50 cm.foto : Batu lado ukuran 50-60 cm yang digunakan untuk mengiling cabe untuk dijual. Foto diambil di pasar bawah Bukittinggi.

Batu lado dan anak batu lado (selalu sepasang) baru harus dibersihkan dengan menggunakan sisa parutan kelapa. Sisa parutan kelapa digilingkan ke batu lado, sampai bersih. Setelah menggiling cabe dan bumbu dapur, cukup bilas batu lado dengan air bersih, hindari menggunakan sabun.

Cara menggiling cabe dengan batu lado menggunakan 2 tangan (tangan kiri dan kanan) disatukan, karena anak batu lado berbentuk bulat. Ada cara tersendiri menggenggam anak batu lado, agar jari tangan tidak terkena cabe. Berbeda dengan ulekan dari Jawa yang menggunakan satu tangan, hanya tangan kanan.

Batu lado kualitas baik tidak akan pecah dan tahan lama. Batu lado yang digunakan oleh penjual cabe di pasar bawah Bukittinggi mempunyai diameter yang lebih lebar (70 cm). Mereka menggiling cabe merah dalam jumlah banyak untuk dijual. Harga cabe yang digiling dengan batu lado lebih mahal dibanding cabe yang digiling mesin. Hasil gilingan batu lado dapat disesuaikan. Gilingan cabe yang agak kasar digunakan untuk sambalado dan makanan balado, misal dendeng balado, teri balado, ikan balado. Sedangkan, untuk gulai, hasil gilingan cabe harus halus.

Di Jakarta, saya belum menemukan penjual bumbu dan cabe giling yang menggunakan batu lado untuk menghaluskan cabe. Mereka menggunakan gilingan mesin.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Batu Lado Ulekan Khas Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>