Arsitektur Rumah Gadang Tuan Gadih Istano Si Linduang Bulan Pagaruyung : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » sejarah » Arsitektur Rumah Gadang Tuan Gadih Istano Si Linduang Bulan Pagaruyung » Arsitektur Rumah Gadang Tuan Gadih Istano Si Linduang Bulan Pagaruyung

Arsitektur Rumah Gadang Tuan Gadih Istano Si Linduang Bulan Pagaruyung

(387 Views) Maret 24, 2017 2:43 pm | Published by | No comment



Rumah Gadang Tuan Gadih Istano Si Linduang Bulan bergaya arsitektur Alang Babega, salah satu gaya arsitektur rumah gadang. Gaya arsitektur Alang Babega hanya untuk istana.

Istano Si Linduang Bulan mempunyai ukuran 28 x 8 meter, tujuh buah gonjong pada atap, sembilan ruang, empat buah bilik (kamar tidur), dua anjuang di kanan (Anjuang Emas) dan di kiri (Anjuang Perak), dan satu dapur di bagian belakang. Di halaman istana terdapat dua rangkiang di halaman dengan nama Si Bayau-bayau dan Si Tinjau Lauik.

istana si linduang bulan Batusangkar.

 

 

 

 

 

 

 

 

Rumah gadang disangga oleh 52 tiang. Lapis pertama di barisan depan terdiri dari delapan tiang (Tiang tapi panagua alek). Lapis kedua terdapat 12 tiang (Tiang tamban suko mananti), dan Lapis ketiga terdapat 12 tiang (Tiang tangah manti salapan). Lapis keempat berjumlah 12 tiang (Tiang salek dindiangnyo samiek) membatasi dinding belakang dengan bagian muka bilik atau ruang tidur. Di bagian belakang terdapat 8 tiang (Tiang dapua suko dilabo).

Tiang tuo (Tiang panjang simajolelo) terletak di lapis kedua di bagian kanan setelah pintu masuk (salah satu dari 12 tiang). Dalam pembuatan rumah gadang, peletakan tiang tuo merupakan momen yang paling penting dan dihadiri oleh ahli waris istana dan warga.




Anjuang yang terletak di kanan dan kiri tempat tahta raja (Rajo Tuo) di Anjuang Emas dan “Tuan Gadih” di Anjuang Perak.

Dinding dan seluruh bagian istana dilapisi lebih dari 200 macam motif. Jenis motif daun, bunga, akar, dan motif alam. Motif ukiran di bawah jendela terdiri dari Aka Cino Bapilin, Sikambang Manih, dan Siriah Gadang. Pada dinding menggunakan ukiran ; Pucuak Rabuang, Aka Cino, dan Tabentang Kalangik. Warna ukiran didominasi warna: merah, hjiau, kuning, hitam, warna coklat, warna perak, dan emas.

Ruangan di dalam istana ditutup dengan kain tabir dari sulaman bermotif dengan benang emas. Langit-langit ruangan juga ditutup dengan kain sulaman.

Sumber :
Ensiklopedia Minangkabau Edisi Awal
Tim yang diketua H. Mas’oed Abidin
Penerbit Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM)
April 2005



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Arsitektur Rumah Gadang Tuan Gadih Istano Si Linduang Bulan Pagaruyung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>