Arsitektur Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » arsitektur » rumah gadang » Arsitektur Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung » Arsitektur Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung

Arsitektur Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung

(1562 Views) Maret 30, 2017 10:47 am | Published by | No comment



Rumah gadang istano basa merupakan replika istana Minangkabau. Bangunan asli dibakar Belanda pada tahun 1804.Bangunan ini didirikan kembali oleh Pemerintah Sumatera Barat tahun 1976 di atas tanah ahli waris raja Pagaruyung yang dipijamkan kepada pemerintah, selama bangunan berdiri.

Tahun 2007 istano basa terbakar dan dibangun kembali. Tahun 2013 pembangunan selesai dan istano Basa Pagaruyung diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung merupakan rumah gadang dengan ukuran yang sangat besar pada lahan/tapak yang luas. Saat ini istana berfungsi sebagai museum yang memamerkan peninggalan raja, misal tombak, perabot, dan singgasana.




istana pagaruyuang

 

 

 

 

 

 

 

 

Rumah gadang terdiri dari tiga lantai dan ditopang 72 tonggak yang menjadi penyangga utama. Atap terdiri dari 11 gonjong dan dinding bangunan dihiasi oleh ornamen ukiran, sebanyak 58 jenis motif.

Masing-masing lantai di dalam istana memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Lantai pertama (paling bawah) sebuah ruang besar, yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan. Pada salah satu area khusus terdapat singgasana raja. Di sisi kiri dan kanan ruangan terdapat kamar. Di bagian belakang singgasana berderet tujuh buah kamar untuk putri raja yang telah menikah.

Lantai kedua untuk putri raja yang belum menikah. Luas ruang pada lantai pertama dan kedua sama besar.

Lantai paling atas (lantai ketiga), disebut dengan anjung peranginan,(posisi ruangan ini tepat berada di bawah atap gonjong yang di tengah, disebut gonjong mahligai), tempat raja dan permaisuri bersantai sambil melihat pemandangan di sekitar istana.



Istano Basa Pagaruyung dilengkapi dengan Rangkiang Patah Sambilan, Tanjung Mamutuih, Pincuran Tujuah, Surau, dan Tabuah Larangan.

Rangkiang tempat menyimpan padi. Surau, seperti fungsi surau yang ada di nagari, berfungsi untuk tempat Salat, belajar membaca Al Quran, dan tempat tidur bagi putra raja yang telah berusia di atas tujuh tahun.

Tabuah Larangan merupakan alat untuk menyampaikan pesan kepada warga dan dewan menteri. Ada dua tabuah larangan, 1). Gaga Dibumi dibunyikan jika terjadi peristiwa besar, seperti bencana alam, kebakaran, dan tanah longsor, 2)Mambang Diawan difungsikan untuk memanggil Dewan Empat Menteri guna mengadakan rapat.
Tanjung Mamutuih adalah tempat bermain-main bagi anak raja (permainan ruang luar) misal bermain layang-layang.

Pincuran Tujuah merupakan tempat mandi raja. Sarana ini dilengkapi dengan tujuh pincuran yang terbuat dari batang sampir dan jamban tradisional.

Sumber :
wikipedia
https://suprizaltanjung.wordpress.com /2012/05/27/kemegahan-istano-basa-pagaruyung/



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Arsitektur Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>