Amphitheather bukan Medan Nan Bapaneh : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Uncategorized » Amphitheather bukan Medan Nan Bapaneh

Amphitheather bukan Medan Nan Bapaneh

(225 Views) Januari 27, 2019 8:21 am | Published by | No comment



Di Taman Panorama, Bukittinggi, ada tulisan Medan Nan Bapaneh. Di Kebun Binatang Bukittinggi juga terdapat area Medan Nan Bapaneh. Arti kata Medan Nan Bapaneh adalah area yang terkena langsung sinar matahari yang digunakan untuk tempat bermusyawarah. Siapa yang bermusyawarah di Medan Nan Bapaneh? Pemimpin Adat, cendekia, dan ulama Minang, ketiga pemimpin ini melakukan rapat dan musyawarah untuk memecahkan masalah di dalam masyarakat. Bundo kanduang tidak pernah terlibat di dalam musyawarah di Medan Nan Bapaneh.

Saya menemukan foto musyawarah yang dilakukan oleh warga Balingka di Medan Nan Bapaneh. Musyawarh itu dilakukan untuk menetapkan siapa penganti datuak (pemimpin adat dalam satu kaum) yang baru saja meninggal, di grup facebook. Mereka duduk membentuk lingkaran di bawah sinar matahari langsung, antara pukul 9:00 WIB pagi sampai selesai. Area yang menjadi tempat bermusyawarah itulah yang dinamakan Medan Nan Bapaneh.

Tetapi, ada juga yang memberi tenda pada saat musyawarah dengan alasan tidak kepanasan. Ini sebenarnya menyalahi esensi dari kata Medan Nan Bapaneh tersebut. Jika, musyawarah dilakukan di bawah tenda, maknanya menjadi Medan nan Balinduang (area yang berada di bawah naungan). Dulu naungan berada di bawah tajuk pohon.




tulisan panorama taman panorama dengan latar gunung merapi.

Di Taman Panorama dan di Kebun Binatang, Medan Nan Bapaneh tidak digunakan untuk musyawarah bagi pemimpin adat, cendekia, dan ulama Minang, tapi untuk pertunjukan seni budaya Minang. Sebenarnya tidak tepat menggunakan kata Medan nan Bapaneh, untuk area pertunjukan seni budaya. Pertunjukan seni budaya di ruang terbuka dikenal dengan amphitheater. Saya belum menemukan istilah dalam adat minang yang mengaju kepada tempat pertunjukan seni budaya di luar ruangan.

Akhir tahun 80-an, pada masa itu dibangun amphitheather di Kebun Binatang Bukittinggi, dan tempat pertunjukan itu dinamakan Medan Nan Bapaneh. Salah satu teman SMP saya pernah mengikuti lomba baca puisi di Medan Nan Bapaneh itu. Tahun 2000-an Medan Nan Bapaneh dibangun di Taman Panorama, dengan fungsi yang sama, sebagai tempat pertunjukan seni budaya.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Amphitheather bukan Medan Nan Bapaneh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>