Aie Angek Antara Padang dan Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » wisata » Tujuan wisata » Aie Angek Antara Padang dan Bukittinggi » Aie Angek Antara Padang dan Bukittinggi

Aie Angek Antara Padang dan Bukittinggi

(1066 Views) Januari 30, 2016 4:46 am | Published by | No comment



Saya mengirim email ke pengelola Aie Angek, menyampaikan, kenapa di restoran Aie Angek tidak tersedia makanan khas Minang. Pengelola Aie Angek membalas email yang saya kirim dan mengatakan bahwa restoran hanya menyajikan makanan Barat dan makanan nasional. Makanan Minang disajikan, apabila ada tamu dalam jumlah besar (rombongan). Dalam surat itu disampaikan bahwa mereka berencana untuk menyajkan makanan Minang dalam menu sehari-hari.

Saya diajak saudara sepupu ke Aie Angek. Aie Angek merupakan nama daerah di sekitar Padang Panjang, kira-kira 30 menit dari Bukittinggi. Fadlizon, wakil Ketua DPR saat ini mendirikan restoran, penginapan, dan museum Puisi Taufik Ismail di daerah itu. Ini yang menjadi tujuan wisata bagi sebagian orang. Dari jalan Bukittinggi-Padang, terlihat papan nama Museum Puisi Taufik Ismail, papan nama itu mengantar pengunjung menuju kompleks Aie Angek.




rumah puisi Taufiq Ismail aie angek padang panjang sumatera barat

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya berkunjung malam, kira-kira pukul 20:00 WIB, karena keesokan pagi, saya harus kembali ke Jakarta. Kami makan di restoran dengan pemandangan sawah dan Gunung Singgalang, karena sudah malam yang terlihat bayangan saja. Air Angek, lokasi yang tepat untuk mengajak teman dan tamu melepas lelah sambil menikmati keindahan alam Minangkabau. Pengunjung bisa menikmati koleksi barang-barang khas Minangkabau, koleksi lukisan, perpustakaan (hanya diperuntukan bagi tamu yang menginap), kolam renang, dan Museum Puisi Taufik Ismail.

Bangunan bergaya arsitektur modern denga dinding kaca lebar. Di dalam ruangan terdapat piano dan koleksi Fadlizon. Salah satu yangmenarik saat, saudara sepupu saya menunjukkan koleksi keris orang Minang. Apakah orang Minang mempunyai senjata keris? Saya kira keris hanya berasal dari Jawa. Ia memberitahu perbedaan antara keris orang Minang dengan orang Jawa. Ganggang (pegangan) keris orang Minang menghadap ke depan (tegak lurus dengan perut), sedangkan ganggang (pegangan) keris orang Jawa menghadap ke samping, sejajar dengan perut. Bentuk lekukan keris orang Minang sama dengan lekukan keris orang Jawa. Saya tidak dapat mendokumentasikan keris tersebut karena ada larangan memotret koleksi yang ada di sana.

bangunan utama aie angek cottagebangunan utama aie angek cottage

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Museum Puisi Taufik Ismail tutup saat saya datang, di dalam hati saya berencana untuk datang lagi ke Aie Angek. Siang hari. Berharap sudah tersaji menu khas Minang di restoran.

up date 24 mei 2017

Tanggal 1 Mei 2017, saya mengunjugi museum puisi Taufik Ismail pukul 18:00 WIB, museum sudah tutup. Akhirnya, saya foto bangunan dan lingkungan sekitar air angek cottage untuk web ini. Mudah-mudahan lain waktu ada kesempatan mengunjungi museum secara khusus.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Aie Angek Antara Padang dan Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>