4 Julukan Kota Bukittinggi : Kota Perdagangan, Kota Militer, Kota Wisata, Kota Perjuangan : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » sejarah » 4 Julukan Kota Bukittinggi » 4 Julukan Kota Bukittinggi : Kota Perdagangan, Kota Militer, Kota Wisata, Kota Perjuangan

4 Julukan Kota Bukittinggi : Kota Perdagangan, Kota Militer, Kota Wisata, Kota Perjuangan

(1479 Views) September 10, 2016 10:15 am | Published by | No comment



Cikal bakal kota Bukittinggi, bermula dari penghulu nagari Kurai (penduduk asli Bukittinggi) memilih salah satu bukit yang paling tinggi (bukit nan tatinggi) untuk menjadi tempat berkumpul penjual dan pembeli, tiap hari Rabu dan Sabtu. Sebagian penjual mengelar dagangan di atas daun pisang. atau di dalam katidiang (bakul). Penjual yang lain membuat kerangka dari kayu, bagian atas dibiarkan terbuka, sedang bagian bawah diberi dinding anyaman bambu, beratap rumbia, atau daun ilalang untuk tempat berjualan (lapak).

Semakin lama semakin banyak penjual dan pembeli dari nagari di sekitar nagari Kurai datang ke bukit nan tinggi itu, misal penjual dari Balingka, Koto Tuo, Sianok, Koto Gadang, Guguak Randah, dan Guguak Tinggi. Mereka membawa dagangan dengan berjalan kaki atau bendi (delman, andong).




membuat rumah di sekitar bukit nan tinggi, sehingga pada satu area (Kampung Baru) pemilik rumah didominasi dari nagari Balingka, guguak randah, guguak tinggi, dan sianok.

Belanda masuk ke Bukittinggi dan membangun benteng Ford De Kock tahun 1826, untuk menghadang kaun Padri. Belanda merancang kota sehingga memiliki sarana dan prasarana yang lengkap sebagai Kota Militer. Sampai saat ini masih terlihat bangunan masa penjajahan Belanda yang mengambarkan Bukittinggi sebagai kota militer, misal RS. Tentara, Lapangan Wirabraja (lapangan kantin), Lapangan Atas Ngarai, dan perumahan tentara. Kawasan di sekitar Benteng Ford De Kock dan lapangan kantin merupakan kawasan militer.

Rumah yang Didirikan Pada Masa Zaman Belanda

Perkembangan pariwisata yang cukup signifikan dibadingkan dengan kota dan kabupaten lain di Sumatera Barat menyebabkan Bukittinggi ditetapkan sebagai kota Wisata dan Kota Tujuan Wisata Propinsi Sumatera Barat, yang dicanangkan tanggal 11 Maret 1984.

ngarai sianok, wisata alam di Bukittinggi

Pada saat peringatan Hari Bela Negara (HBN) yang ke-8 tahun 2014 di lapangan Wirabraja, Bukittingg ditetapkan sebagai Kota Perjuangan. Hal ini berhubungan dengan sejarah Kota Bukittinggi yang menjadi ibukota Republik Indonesia, setelah Yogya sebagai ibukota Negara Repubik Indonesia jatuh ke tangan Belanda. Soekarno segera menunjuk Mr Sjafruddin Prawiranegara membentuk PDRI (pemerintahan darurat Republik Indonesia) di Bukittinggi, tahun 19 desember 1948, dan menyiarkan keseluruh dunia melalui radio bahwa Indonesia masih ada.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for 4 Julukan Kota Bukittinggi : Kota Perdagangan, Kota Militer, Kota Wisata, Kota Perjuangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>